Febi Dwi Widayanti
Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Wisnuwardhana Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Clarissa Dwi Setya; Sri Rahayuningsih; Febi Dwi Widayanti
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12813

Abstract

Mathematical conceptual understanding is a fundamental aspect of mathematics learning because it plays an essential role in developing students’ logical thinking, systematic reasoning, and problem-solving abilities. However, empirical findings in the classroom indicate that many students still experience difficulties in understanding mathematical concepts, particularly in the topic of linear equations. This study aimed to describe the mathematical conceptual understanding abilities of eighth-grade students on the topic of straight-line equations based on the following indicators: (1) restating a concept, (2) representing concepts in various mathematical representations, (3) using and selecting appropriate procedures or operations, and (4) applying concepts or algorithms in problem-solving situations. This research employed a qualitative descriptive approach involving four students selected from a total of twenty-four eighth-grade students based on classroom observations and recommendations from the mathematics teacher. Data were collected through mathematical conceptual understanding tests and unstructured interviews. The findings revealed that students’ mathematical conceptual understanding varied across four categories: very good, good, sufficient, and poor. One student fulfilled all indicators and was categorized as having very good conceptual understanding, one student fulfilled three indicators and was categorized as good, one student fulfilled two indicators and was categorized as sufficient, and one student fulfilled only one indicator and was categorized as poor. Students’ difficulties were primarily related to determining gradients, identifying intercept points, and representing straight-line equations graphically on the Cartesian plane. The findings indicate that low mathematical conceptual understanding is influenced by insufficient mastery of fundamental concepts and the predominance of teacher-centered instructional methods. Therefore, innovative, interactive, and student-centered learning strategies are needed to enhance students’ mathematical conceptual understanding effectively. ABSTRAK Kemampuan pemahaman konsep matematika merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran matematika karena berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, dan pemecahan masalah siswa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika, khususnya pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII-B SMP pada materi persamaan garis lurus berdasarkan indikator: (1) menyatakan ulang konsep, (2) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, (3) menggunakan dan memilih prosedur atau operasi tertentu, serta (4) mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 4 siswa dari 24 siswa kelas VIII-B yang dipilih berdasarkan hasil observasi dan rekomendasi guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa berada pada kategori yang beragam, yaitu sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Satu siswa mampu memenuhi seluruh indikator dengan kategori sangat baik, satu siswa memenuhi tiga indikator dengan kategori baik, satu siswa memenuhi dua indikator dengan kategori cukup, dan satu siswa hanya memenuhi satu indikator dengan kategori kurang. Kesulitan siswa terutama terletak pada menentukan gradien, menentukan titik potong, serta merepresentasikan persamaan garis lurus ke dalam bentuk grafik pada bidang kartesius. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman konsep matematika dipengaruhi oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan pembelajaran yang masih berorientasi pada metode ceramah. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika secara optimal.