Mulyani
Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN ANAK KETERLAMBATAN BERBICARA DI TAMAN KANAK - KANAK Mulyani; Latip Diat Prasojo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13840

Abstract

The implementation of inclusive education in kindergartens requires teachers to possess adequate pedagogical competence to design, implement, and evaluate learning that accommodates diverse student needs. However, many teachers still require continuous professional development to strengthen these competencies. This study aimed to improve teachers' pedagogical competence in supporting inclusive learning through training, mentoring, reflection, and individual coaching within a School Action Research (SAR) framework. The novelty of this study lies in integrating these four professional development strategies into a systematic intervention model for improving teachers' pedagogical competence in early childhood education settings. This study employed School Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were teachers at TK Negeri 1, Rantau Pulung District. Data were collected through observations, interviews, and documentation and analyzed using descriptive comparative analysis across cycles. The findings revealed a gradual improvement in teachers' pedagogical competence in each cycle. The average pedagogical competence increased from 60.00% in the preliminary stage to 76.00% in Cycle I and 86.67% in Cycle II, achieving the predetermined success indicators. Improvements were evident in teachers' ability to understand learners' characteristics, design differentiated instruction, implement inclusive classroom practices, and conduct appropriate learning assessments. These findings indicate that integrating training, mentoring, reflection, and individual coaching is effective in enhancing teachers' pedagogical competence to support inclusive learning in kindergarten. ABSTRAK Implementasi pendidikan inklusif di taman kanak-kanak menuntut guru memiliki kompetensi pedagogik yang memadai agar mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Namun, kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran inklusif masih perlu ditingkatkan melalui program pengembangan profesional yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung pembelajaran inklusif melalui pelatihan, pendampingan, refleksi, dan individual coaching dalam kerangka Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model pengembangan kompetensi yang mengintegrasikan keempat strategi tersebut secara sistematis dalam satu siklus tindakan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada satuan pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Sekolah dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru di TK Negeri 1 Kecamatan Rantau Pulung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru meningkat secara bertahap pada setiap siklus. Rata-rata kompetensi pedagogik meningkat dari 60,00% pada kondisi awal menjadi 76,00% pada Siklus I dan 86,67% pada Siklus II, sehingga telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Peningkatan tersebut tampak pada kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran diferensiatif, melaksanakan pembelajaran yang inklusif, serta melakukan evaluasi sesuai kebutuhan belajar peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dipadukan dengan pendampingan, refleksi, dan individual coaching efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung pembelajaran inklusif di taman kanak-kanak.