Beginning writing is a fundamental literacy skill that remains challenging for some students with learning difficulties in inclusive elementary schools, highlighting the need for instructional activities that systematically stimulate fine motor development. This study aimed to (1) describe the implementation of Montessori-based fine motor activities in beginning writing instruction and (2) describe the improvement in the beginning writing skills of fourth-grade students with learning difficulties following the implementation of the intervention at SD Negeri 001 Pujungan. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages with four meetings. The participants were fourth-grade students with learning difficulties in an inclusive elementary school. Data were collected through classroom observations, beginning writing tests, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques by comparing pre-cycle, Cycle I, and Cycle II results. The findings showed that Montessori-based fine motor activities, including pinching, bead stringing, object transferring, pattern tracing, and gradual writing practice, created a more active, focused, confident, and enthusiastic learning environment. Students' learning activity improved from 37.5% in the pre-cycle to 68.75% in Cycle I and 87.5% in Cycle II. The average beginning writing score also increased from 50% in the pre-cycle to 66% in Cycle I and 78% in Cycle II. These findings indicate that the implementation of Montessori-based fine motor activities was able to improve the beginning writing skills of fourth-grade students with learning difficulties at SD Negeri 001 Pujungan. ABSTRAK Kemampuan menulis permulaan merupakan keterampilan dasar yang masih menjadi kendala bagi sebagian siswa dengan kesulitan belajar di sekolah dasar inklusif sehingga diperlukan pembelajaran yang memberikan stimulasi motorik halus secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan aktivitas motorik halus berbasis metode Montessori dalam pembelajaran menulis permulaan dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar setelah penerapan tindakan tersebut di SD Negeri 001 Pujungan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar di sekolah dasar inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan menulis permulaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil pra-siklus, Siklus I, dan Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas motorik halus berbasis Montessori, seperti menjepit, meronce manik-manik, memindahkan benda, menebalkan pola, dan latihan menulis secara bertahap, menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, fokus, percaya diri, dan antusias. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 37,5% pada pra-siklus menjadi 68,75% pada Siklus I dan 87,5% pada Siklus II. Rata-rata kemampuan menulis permulaan juga meningkat dari 50% pada pra-siklus menjadi 66% pada Siklus I dan 78% pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan aktivitas motorik halus berbasis metode Montessori mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar di SD Negeri 001 Pujungan.