Sukinah
Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN MELALUI KEGIATAN MOTORIK HALUS BERBASIS METODE MONTESSORI PADA SISWA DENGAN KESULITAN BELAJAR KELAS IV SD INKLUSIF Winda Arulan Pitulasih; Sukinah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13841

Abstract

Beginning writing is a fundamental literacy skill that remains challenging for some students with learning difficulties in inclusive elementary schools, highlighting the need for instructional activities that systematically stimulate fine motor development. This study aimed to (1) describe the implementation of Montessori-based fine motor activities in beginning writing instruction and (2) describe the improvement in the beginning writing skills of fourth-grade students with learning difficulties following the implementation of the intervention at SD Negeri 001 Pujungan. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages with four meetings. The participants were fourth-grade students with learning difficulties in an inclusive elementary school. Data were collected through classroom observations, beginning writing tests, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques by comparing pre-cycle, Cycle I, and Cycle II results. The findings showed that Montessori-based fine motor activities, including pinching, bead stringing, object transferring, pattern tracing, and gradual writing practice, created a more active, focused, confident, and enthusiastic learning environment. Students' learning activity improved from 37.5% in the pre-cycle to 68.75% in Cycle I and 87.5% in Cycle II. The average beginning writing score also increased from 50% in the pre-cycle to 66% in Cycle I and 78% in Cycle II. These findings indicate that the implementation of Montessori-based fine motor activities was able to improve the beginning writing skills of fourth-grade students with learning difficulties at SD Negeri 001 Pujungan. ABSTRAK Kemampuan menulis permulaan merupakan keterampilan dasar yang masih menjadi kendala bagi sebagian siswa dengan kesulitan belajar di sekolah dasar inklusif sehingga diperlukan pembelajaran yang memberikan stimulasi motorik halus secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan aktivitas motorik halus berbasis metode Montessori dalam pembelajaran menulis permulaan dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar setelah penerapan tindakan tersebut di SD Negeri 001 Pujungan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar di sekolah dasar inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan menulis permulaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil pra-siklus, Siklus I, dan Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas motorik halus berbasis Montessori, seperti menjepit, meronce manik-manik, memindahkan benda, menebalkan pola, dan latihan menulis secara bertahap, menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, fokus, percaya diri, dan antusias. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 37,5% pada pra-siklus menjadi 68,75% pada Siklus I dan 87,5% pada Siklus II. Rata-rata kemampuan menulis permulaan juga meningkat dari 50% pada pra-siklus menjadi 66% pada Siklus I dan 78% pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan aktivitas motorik halus berbasis metode Montessori mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar di SD Negeri 001 Pujungan.
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Melalui Media Multimodal Berbasis Scaffolding pada Murid Dengan Kesulitan Belajar di Sekolah Dasar Inklusif Sukmiati; Sukinah
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12154

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan penerapan media multimodal berbasis scaffolding dalam proses belajar mengajar matematika pada kelas V SD inklusif, (2) Meningkatkan kemampuan penalaran matematis murid dengan kesulitan belajar melalui penerapan media multimodal berbasis scaffolding dalam proses belajar mengajar matematika di kelas V SD inklusif. Penelitian ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang ditempuh dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun subjek penelitian adalah murid kelas V SD Negeri 005 Kaubun yang berjumlah 20 orang termasuk satu murid dengan kesulitan belajar dengan persetujuan wali murid. Pengumpulan data ditempuh melalui observasi, tes penalaran matematis, wawancara, serta dokumentasi, dengan data yang dianalisis secara kuantitatif maupun kualitatif. Temuan penelitian mengungkap bahwa (1) penerapan media multimodal berbasis scaffolding dilaksanakan melalui tahapan modeling, guided practice, fading, dan independent practice dengan memanfaatkan media visual, audio, kinestetik, serta aktivitas interaktif sesuai kebutuhan belajar murid. Penerapan tindakan pada setiap siklus menunjukkan peningkatan kualitas proses pembelajaran yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan, motivasi belajar, partisipasi aktif, dan kepercayaan diri murid selama pembelajaran matematika. (2) Peningkatan tersebut berdampak pada kemampuan penalaran matematis murid dengan kesulitan belajar meningkat 18,75% dengan rerata skor 48,44 pada tahap pra-siklus (kategori sangat rendah), bergerak menjadi 71,25% ddengan rerata skor 64,06 pada siklus I (kategori baik), dan terus terdongkrak hingga 98,75% dengan rerata skor 92,19 pada siklus II (kategori sangat baik). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan media multimodal berbasis scaffolding efektif mendorong kemampuan penalaran matematis murid berkesulitan belajar dalam pembelajaran matematika di kelas V SD inklisif.