This Author published in this journals
All Journal JURNAL ECONOMINA
Didin Pratama
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar, Bongaya, Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Pengalaman Karyawan Terhadap Program Training Internal Dan Implikasinya Terhadap Strategi Peningkatan Motivasi Kerja Dalam Perspektif Manajemen SDM Yana Fajriah; Didin Pratama
JURNAL ECONOMINA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ECONOMINA, Febuari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v5i2.1904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pengalaman karyawan terhadap program training internal dan implikasinya terhadap strategi peningkatan motivasi kerja dalam perspektif manajemen sumber daya manusia (SDM). Program training internal merupakan salah satu instrumen strategis perusahaan dalam meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta komitmen karyawan. Namun, efektivitas program tersebut tidak hanya ditentukan oleh materi dan metode pelatihan, melainkan juga oleh bagaimana karyawan memaknai pengalaman yang mereka peroleh selama proses pelatihan berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif karyawan yang telah mengikuti program training internal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman training internal dimaknai karyawan sebagai sarana pengembangan diri, peningkatan rasa percaya diri, serta bentuk perhatian organisasi terhadap pengembangan karier mereka. Makna positif tersebut berimplikasi pada meningkatnya motivasi intrinsik dan ekstrinsik, loyalitas, serta keterlibatan kerja (employee engagement). Sebaliknya, apabila training dianggap kurang relevan atau bersifat formalitas, maka dampaknya terhadap motivasi kerja menjadi kurang optimal. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa strategi peningkatan motivasi kerja perlu disinergikan dengan desain training yang partisipatif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan karyawan. Dengan demikian, manajemen SDM perlu menempatkan pengalaman karyawan sebagai pusat dalam perancangan program pengembangan agar tercipta motivasi kerja yang berkelanjutan dan selaras dengan tujuan organisasi