Anugrah Jorgi Firmansyah
Program Studi Magister Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak El Niño Southern Oscillation (ENSO) Terhadap Anomali Curah Hujan Di Kabupaten Temanggung 1995 – 2024 Anugrah Jorgi Firmansyah; Emilya Nurjani; Andung Bayu Sekaranom
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19111

Abstract

Fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) memengaruhi kondisi curah hujan disuatu wilayah, salah satunya Kabupaten Temanggung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak ENSO terhadap anomali curah hujan di Kabupaten Temanggung pada periode 1995–2024. Data yang digunakan berupa curah hujan satelit CHIRPS yang dikoreksi dengan data observasi dan membandingkan rata-rata curah hujan saat fase El Niño serta La Niña dengan fase netral berdasarkan nilai Oceanic Niño Index (ONI). Metode analisis data temporal dan spasial yang disajikan secara deskriptif kuantitatif digunakan untuk menjelaskan hasil yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan secara temporal dampak El Niño memicu penurunan curah hujan rata-rata sebesar 20,6% dengan penurunan terbesar hingga 82,9% pada bulan Oktober, dengan dampak terbesar di sekitar lereng Gunung Sumbing dan Sindoro dan sisi utara pada perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal. Dampak La Niña meningkatkan curah hujan tahunan sekitar 14%, dengan peningkatan tertinggi di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro dan semakin melemah menuju wilayah dengan elevasi yang lebih rendah. Secara temporal, dampak ENSO terhadap curah hujan di Temanggung lebih berpengaruh pada bulan Agustus-Oktober yang dapat memengaruhi perubahan antara musim kemarau ke penghujan di wilayah ini. Secara spasial, sebaran anomali curah hujan di Kabupaten Temanggung memiliki hubungan dengan kondisi topografinya dengan dampak lebih tinggi pada daerah pegunungan dan melemah menuju elevasi yang lebih rendah. Perlunya strategi adaptasi dan mitigasi lokal yang mempertimbangkan variasi spasial anomali curah hujan akibat ENSO guna mengantisipasi dampak lebih buruk akibat perubahan iklim yang diprediksi akan memperkuat frekuensi dan intensitas ENSO di masa depan.