Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MELALUI TEKNOLOGI MESIN PIROLISIS SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR ALTERNATIF Almer Rasyid; Arya Dewangga; Antonio Dwi Arizona; Anma Santyka; Antonius Dwi Saputro
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah plastik di Dusun Ngingrim, Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi tantangan lingkungan yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang masih terbatas pada pemilahan dan penimbunan menyebabkan penumpukan limbah serta potensi pencemaran lingkungan. Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi teknologi mesin pirolisis sebagai alternatif pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar cair. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, perancangan dan pembuatan mesin pirolisis, uji coba produksi bahan bakar, serta sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat dan Karang Taruna. Proses pirolisis dilakukan melalui tahapan pemilahan plastik jenis Polypropylene (PP) dan Polyethylene (PE), pencucian, pengeringan, pencacahan, hingga pemanasan dalam reaktor tanpa oksigen pada suhu 200– 500°C. Hasil uji coba menunjukkan bahwa dari 1 kg sampah plastik dapat dihasilkan sekitar 500 ml bahan bakar cair yang mudah terbakar dan berpotensi sebagai energi alternatif. Selain keberhasilan teknis, program ini juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi. Dengan demikian, mesin pirolisis menjadi solusi strategis dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya lokal. Teknologi pirolisis yang diterapkan dalam program ini terbukti mampu mengolah berbagai jenis plastik rumah tangga menjadi energi yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat setempat. Bahan bakar cair yang dihasilkan memiliki karakteristik yang serupa dengan minyak tanah dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak hingga bahan bakar mesin sederhana. Program ini juga menghasilkan carbon black sebagai produk sampingan yang berpotensi digunakan sebagai briket atau bahan campuran konstruksi. Keberlanjutan program didukung melalui pembentukan kelompok pengelola berbasis Karang Taruna yang terlatih secara teknis dan manajerial. Ke depan, replikasi model ini di desa-desa lain di Kecamatan Wagir maupun wilayah sekitarnya diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas, baik dari sisi pengurangan volume sampah plastik maupun peningkatan kemandirian energi masyarakat pedesaan.