Program pengabdian masyarakat di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, difokuskan pada revitalisasi budidaya ikan lele sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum adanya pengelolaan budidaya ikan lele secara optimal dan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai teknik budidaya ikan lele yang sederhana, produktif, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan warga sekitar, dokumentasi, serta pendampingan langsung dalam proses pembangunan dan pengelolaan kolam ikan lele. Strategi revitalisasi dilakukan melalui pembuatan kolam ikan lele, penataan lokasi budidaya, penyebaran bibit ikan lele, serta pemberian arahan mengenai pemeliharaan, pemberian pakan, dan perawatan kualitas air. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat secara aktif agar mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budidaya ikan lele sebagai sumber pangan alternatif. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan baru dalam memelihara bibit ikan lele dan mengelola kolam secara mandiri. Program ini juga mendorong terbentuknya partisipasi kolektif dalam menjaga dan mengembangkan budidaya ikan lele di RT 9 Desa Petungsewu. Revitalisasi budidaya ikan lele ini tidak hanya mengembangkan kreativitas dan kinerja mahasiswa dalam kegiatan pengabdian, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat agar terus berkembang secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan.