Peningkatan volume sampah rumah tangga di Desa Pandalandung, Kabupaten Malang, telah menimbulkan permasalahan lingkungan yang signifikan akibat minimnya sistem pengelolaan terintegrasi dan pemilahan sampah yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah pedesaan. Metode yang digunakan berupa pendekatan deskriptif analitis dengan observasi lapangan, wawancara, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPST 3R mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah, serta menghasilkan nilai tambah ekonomi melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair. Pengembangan TPST 3R Desa Pandanlandung mentransformasi sistem sampah konvensional menjadi berbasis sumber secara mandiri dan professional. Melalui teknologi tepat guna yang harganya terjangkau dan mudah direplikasi, sampah organic rumah tangga dapat diolah menjadi kompos padat dan cair yang berkualitas.Keterlibatan aktif masyarakat serta peran BUMDes dalam pengembangan TPST menjadi faktor kunci keberhasilan program ini sebagai model pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di desa-desa. Inisiatif ini tidak hanya memitigasi kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian pupuk organic dan lingkungan yang lebih sehat. Temuan ini dapat menjadi acuan untuk replikasi di wilayah lain dengan permasalahan sampah serupa.