Anita Khairunnisa
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian - Universitas Garut

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Keamanan Pangan Bakso Ikan di Pasar Tradisional Kabupaten Garut: Kajian Kandungan Bahan Berbahaya dan Cemaran Mikroba : Food Safety Evaluation of Fish Meatballs in Traditional Markets of Garut Regency: Assessment of Hazardous Substances and Microbial Contamination Fathya Rahmina; Anita Khairunnisa; Iis Sa'diah
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v8i1.23651

Abstract

Bakso ikan merupakan produk olahan yang banyak dikonsumsi dan umum diperdagangkan di pasar tradisional, sehingga aspek keamanan pangan menjadi penting untuk melindungi konsumen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keamanan pangan bakso ikan yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Garut berdasarkan parameter bahan berbahaya (formalin dan boraks) serta cemaran mikrobiologi. Sampel bakso ikan (kode A–E) diambil dari pedagang di pasar tradisional. Parameter kimia (formalin dan boraks) dianalisis menggunakan metode skrining cepat sebagai uji indikatif, sedangkan parameter mikrobiologi meliputi deteksi Salmonella spp. serta estimasi coliform total menggunakan metode Most Probable Number (MPN) sebagai indikator higiene. Hasil menunjukkan boraks tidak terdeteksi pada seluruh sampel, sementara formalin terindikasi pada 3 dari 5 sampel. Pada aspek mikrobiologi, Salmonella spp. terdeteksi pada sampel yang diuji, sedangkan coliform total terukur pada seluruh sampel dengan kisaran 0,072–0,35 MPN/g yang merefleksikan kondisi sanitasi dan higiene penanganan. Temuan ini mengindikasikan bahwa risiko utama keamanan pangan bakso ikan di pasar tradisional Kabupaten Garut lebih menonjol pada indikasi formalin dan kontaminasi Salmonella, sehingga diperlukan strategi perlindungan konsumen melalui edukasi pedagang, penguatan higiene–sanitasi, pencegahan kontaminasi silang, pengendalian waktu–suhu penjajaan, serta pengawasan berbasis risiko dengan tindak lanjut uji konfirmasi bila diperlukan.