M. Yunus Abu Bakar
Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Moderasi Beragama Melalui Pendekatan Teori Konstruksi Realitas Sosial Nazilatul Fatihah Firdaus; M. Yunus Abu Bakar
Jurnal Penelitian Agama Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v26i2.2025.pp269-286

Abstract

Moderasi beragama telah menjadi kebutuhan yang krusial dalam konteks Indonesia yang pluralistik, khususnya di era digital yang semakin memperkuat tantangan intoleransi dan polarisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan moderasi beragama melalui Teori Konstruksi Realitas Sosial yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis konten, penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang relevan mengenai moderasi beragama dan konstruksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dikonstruksi secara sosial melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Tahap eksternalisasi berlangsung melalui penyebaran nilai-nilai moderasi oleh lembaga pendidikan, tokoh agama, media, serta aktor-aktor digital. Objektivasi terjadi ketika nilai-nilai tersebut dilembagakan melalui regulasi, simbol, program, dan platform digital yang memberikan legitimasi sosial. Sementara itu, internalisasi berlangsung ketika individu menyerap nilai-nilai tersebut melalui interaksi luring dan daring, sehingga membentuk kesadaran, sikap, dan identitas keagamaan yang moderat. Penelitian ini menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar kebijakan formal atau wacana doktrinal, melainkan merupakan proses sosial yang dinamis dan dibentuk oleh interaksi yang berkelanjutan, termasuk dalam ruang digital. Penerapan teori konstruksi sosial dalam Pendidikan Agama Islam memungkinkan peserta didik mengalami dan menginternalisasi nilai-nilai moderasi secara kontekstual dan berkelanjutan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka komprehensif untuk memahami moderasi beragama sebagai realitas yang dikonstruksi secara sosial, serta secara praktis memperkuat strategi penguatan moderasi melalui pendidikan formal dan nonformal di Indonesia