Daeng Erlangga
Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENYULUHAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) STUDI KASUS PADA WILAYAH KERJA RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Rahmat Alyakin Dachi; Donal Nababan; Mindo Tua Siagian; Daeng Erlangga; Sry Yannie Bonifacia Nainggolan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tingginya kejadian DBD dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit, kurang optimalnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta belum konsistennya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3M Plus. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah DBD. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi Gerakan 3M Plus, pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri atas masyarakat umum, ibu rumah tangga, kepala keluarga, kader kesehatan, dan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pre-test sebesar 60,8 meningkat menjadi 88,6 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 27,8 poin. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan demonstrasi. Masyarakat menjadi lebih memahami penyebab, cara penularan, gejala, serta langkah-langkah pencegahan DBD melalui penerapan Gerakan 3M Plus dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Peserta juga menyatakan komitmen untuk melakukan pemeriksaan jentik secara berkala dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya memutus rantai penularan DBD. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan rumah sakit, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat agar tercipta perubahan perilaku yang berkesinambungan serta mendukung penurunan angka kejadian DBD di wilayah kerja RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan.