Alifiaa Putri Nur Anggraini
STKIP Modern Ngawi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI PENGARUH PENGGUNAAN GADGET PADA SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR Elvina Dwi Kristanti; Dewi Astuti; Alifiaa Putri Nur Anggraini; Niha Putri Rullyana; Dea Feby Rahmadani; Seftiana Dwi Indriani
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.850

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah mengubah pola interaksi anak usia sekolah dasar dengan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gadget yang tidak diimbangi dengan pemahaman yang tepat berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan, menurunnya konsentrasi belajar, gangguan interaksi sosial, hingga risiko perundungan (bullying) melalui media digital. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa-siswi SD Negeri Rejomulyo 2, Dusun Rejomulyo, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Karangjati, yang sebagian besar telah terbiasa menggunakan gadget tanpa pendampingan dan pemahaman yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai penggunaan gadget secara bijak, aman, sehat, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026 dan diikuti oleh 35 peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, tanya jawab, dan permainan edukatif, dengan rangkaian kegiatan berupa pembukaan, senam/ice breaking, dan kegiatan inti sosialisasi. Materi yang disampaikan mencakup pengaruh gadget terhadap kehidupan sehari-hari, manfaat penggunaan gadget secara positif, serta bahaya bullying melalui gadget. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab maupun permainan edukatif, serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai cara menggunakan gadget secara bijak dan cara menghindari maupun menghadapi perundungan siber. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kebiasaan digital yang sehat sejak usia dini.