p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebidanan
Yuliana Yuliana
STIKES Panca Bhakti Pontianak

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAWATAN TALI PUSAT SECARA TRADISIONAL PADA BAYI BARU LAHIR OLEH SUKU MADURA DI DESA MADU SARI TAHUN 2023 Yuliana Yuliana; Alexander Alexander
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i2.236

Abstract

Perawatan tali pusat yang tidak benar pada bayi baru lahir meningkatkan resiko masuknya spora kuman tetanus ke dalam tubuh melalui tali pusat sehingga berdampak menimbulkan tetanus neonatorum. Studi pendahuluan pada suku madura di RT/ RW 002/001 Wilayah Kerja Poskesdes Desa Madu Sari dimana perawatan tali pusat menggunakan bahan tradisional seperti abu dari bakaran kain Madura, daun nangka atau kunyit dan ramuan dari daun sirih yang ditumbuk dengan garam dan dioleskan ke puntung tali pusat baik secara tertutup atau terbuka. Tujuan penelitian : mengetahui bahan tradisional yang digunakan dalam perawatan tali pusat bayi baru lahir oleh suku Madura di Desa Madu Sari Tahun 2023. Metode penelitian : kualitatif dengan sampel dalam penelitian ini adalah bayi baru lahir usia 0-10 hari sebanyak 9 orang. Analisa dengan model interaktif Miles dan Hubberman. Hasil penelitian didapatkan : pelaksana paling banyak nenek bayi (5 orang) dan 4 ibu bayi dengan karakteristik usia tertua 66 tahun, termuda 28 tahun, Pendidikan tertinggi SMP, terendah tidak tamat SD. Bahan yang digunakan yaitu ramuan daun sirih dan garam 3 responden, kunyit dan garam 3 responden, abu daun nangka kering 1 responden dan abu kain Madura 2 responden dengan cara mengoleskan rempah dan abu di puntung tali pusat. Cara perawatan tali pusat yaitu 2 responden melakukannya secara tertutup dan 7 responden secara terbuka. Lama pelepasan tali pusat responden I dan VII (4 hari) responden II dan IV (7 hari), responden III , V , VIII dan IX (3 hari), responden VI (5 hari). Kesimpulan : Lama lepasnya tali pusat paling cepat 3 hari paling lama 7 hari dan tergolong normal/ cepat. Diharapkan Bidan melakukan pendekatan pada tokoh masyarakat setempat untuk sosialisasi perawatan tali pusat yang bersih, kering dan tertutup seperti anjuran pemerintah dan dilakukan oleh bidan atau nakes.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 RASAU JAYA TAHUN 2024 Lisa Abpriyani; Yuliana Yuliana
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.285

Abstract

Abstrak Masa remaja adalah suatu tahap kehidupan yang bersifat peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa yang berisiko melakukan perilaku seks pra nikah. Hasil studi pendahuluan di SMAN Rasau Jaya diketahui 1 siswi sudah melakukan hubungan seksual, 14 siswi aktif mengakses konten pornografi, 7 siswi berpacaran, 5 siswi pernah check in di hotel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Faktor-Faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja putri di SMAN 01 Rasau Kelas XI Tahun 2024’. Metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, populasi 100 orang, sampel 50 orang dengan random sampling. Analisis data bivariat (chi square). Hasil penelitian sebagian dari responden 44 orang (88%) berpengetahuan baik tentang seks pranikah, sebagian kecil dari responden 31 orang (62%) peran orang tua pasif, sebagian kecil dari responden 31 orang status ekonomi rendah dan terpapar konten pornografi, sebagian serta berperilaku seks pranikah. Uji statistik didapatkan ada hubungan antara faktor pengetahuan (p 0,013), peran orang tua (p : 0,004) dengan perilaku seks pranikah pada remaja putri. Tidak ditemukan hubungan antara status ekonomi (p : 0,287) dan paparan pornografi (p : 0,096) dengan perilaku seks pra nikah. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seks pra nikah secara rutin mengingat banyaknya remaja putri yang sudah berpacaran dan tidak dikontrol oleh orang tua.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT IMUNISASI, PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA MEGA TIMUR Melyani Melyani; Katarina Iit; Yuliana Yuliana; Noviarita Andini
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i2.380

Abstract

Latar Belakang Masalah gizi pada balita merupakan salah satu isu kesehatan utama yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi dan penyakit infeksi. Di Desa Mega Timur, cakupan imunisasi dasar lengkap menunjukkan penurunan dari 83% (2022) menjadi hanya 19,2% pada tahun 2025. Dalam kurun waktu yang sama, angka kejadian penyakit infeksi seperti ISPA dan diare tetap tinggi, bersamaan dengan meningkatnya kasus gizi kurang dan stunting pada balita. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara riwayat imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Desa Mega Timur tahun 2025. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di dilakukan Polindes Desa Mega Timur 2025. Populasi berjumlah 552 balita danSampel berjumlah 42 Responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian menunjukan sebagian dari reponden 59,5% balita memiliki status gizi kurang, sebagian dari responden 50% balita memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap, dan sebagian dari responden 50% pernah mengalami penyakit infeksi. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dengan status gizi (p value = 0,757), namun terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status gizi (p value = 0,012). Kesimpulan Penyakit infeksi memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sementara riwayat imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
PENGARUH EDUKASI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN DI DESA MADU SARI Alexander Alexander; Katarina Iit; Yuliana Yuliana
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i2.393

Abstract

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang krusial, dengan pemilihan penolong persalinan non-tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor risiko utama. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya persalinan yang aman oleh tenaga kesehatan terampil merupakan penghalang signifikan dalam upaya penurunan AKI. Intervensi edukasi yang efektif, terjangkau, dan mudah diakses sangat diperlukan, terutama di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di Desa Madu Sari mengenai pemilihan penolong persalinan yang aman. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan one-group pre-test-post-test. Sampel penelitian 30 ibu hamil di Desa Madu Sari dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum (pre-test) dan dua minggu setelah (post-test) intervensi berupa pemberian leaflet edukatif. Analisis data untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon signed-rank test dengan tingkat signifikansi p value < 0,05$. Terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan responden setelah menerima intervensi. Rerata skor pengetahuan meningkat secara substansial dari 45,50 pada saat pre-test menjadi 82,75 pada saat post-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan media leaflet berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Lebih lanjut, proporsi responden dengan kategori pengetahuan "Baik" meningkat drastis dari 6,7% sebelum intervensi menjadi 66,7% setelah intervensi, sementara kategori "Kurang" menurun dari 22% menjadi 3%. Edukasi kesehatan melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan. Media ini direkomendasikan sebagai alat intervensi yang praktis, efisien, dan berbiaya rendah bagi puskesmas, bidan desa, dan kader kesehatan dalam program promosi kesehatan ibu dan anak.