Kabupaten Ponorogo memiliki potensi pariwisata yang meliputi wisata budaya, alam, religi, dan kuliner, dengan daya tarik unggulan seperti Telaga Ngebel dan Reog Ponorogo yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Namun, potensi tersebut belum didukung secara optimal oleh kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku wisata dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris serta pemanfaatan media digital untuk promosi pariwisata. Berdasarkan analisis kondisi eksisting, masih ditemukan rendahnya kompetensi Bahasa Inggris dan keterampilan pembuatan konten digital, sehingga promosi destinasi wisata masih didominasi metode konvensional dan belum mampu menjangkau wisatawan mancanegara secara maksimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris berbasis kepariwisataan, mengembangkan keterampilan pembuatan konten digital, mendukung promosi pariwisata Kabupaten Ponorogo, serta memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam pengembangan destinasi wisata. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan program. Pelatihan difokuskan pada English for Tourism, teknik pembuatan konten digital, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Hasil program menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris peserta sebesar 75% dan keterampilan pembuatan konten digital sebesar 65% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan konten promosi berbahasa Inggris yang dipublikasikan melalui berbagai platform digital untuk memperkenalkan destinasi wisata Kabupaten Ponorogo.