Dewi Puspito Sari
Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan-Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Postur Kerja Dan Lama Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Sewing PT. Maju Abadi Garment Siti Nur Fatimah; Dewi Puspito Sari; Wartini Wartini; Triyanta Triyanta
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18532

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikeluhkan oleh pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment. Penerapan target produksi harian di bagian sewing berdampak pada penambahan jam kerja atau lembur apabila target tidak tercapai dalam waktu kerja normal. Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala kelelahan kerja, seperti pusing, lesu, dan menurunnya konsentrasi, baik saat bekerja maupun setelah bekerja. Gejala tersebut berkaitan dengan postur kerja yang monoton dan statis, di mana pekerja berada dalam posisi membungkuk dalam lama kerja yang melebihi 8 jam per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dan lama kerja dengan kelelahan pada bagian jahit PT Maju Abadi Garment. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment dan sampel penelitian sebanyak 60 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Variabel bebas adalah postur kerja dan lama kerja serta variabel terikat adalah kelelahan kerja. Data primer dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square , tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,023) serta antara lama kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,001) pada pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment. Temuan ini mengindikasikan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis dan lama kerja yang melebihi waktu normal berkontribusi terhadap peningkatan tingkat kelelahan kerja. Diharapkan pekerja menerapkan postur kerja ergonomis dan melakukan peregangan secara berkala guna meminimalkan risiko kelelahan.