Rahmawati Shoufiah
Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Descriptive Analysis of Diabetes Mellitus Prevention Behavior in Communities Based on Literature Findings Rahmawati Shoufiah
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.554

Abstract

This study aims to provide a descriptive analysis of preventive behaviors toward diabetes mellitus (DM) within community contexts based on findings from recent literature. Using a qualitative descriptive design through a library-based study, data were collected from academic journals, systematic reviews, and relevant official publications published between 2015 and 2025. The analysis employed thematic identification, data reduction, conceptual categorization, and inductive interpretation to synthesize patterns of community-based diabetes prevention practices. The results indicate that education, lifestyle modification, family involvement, and culturally adapted interventions are the most effective components in fostering preventive behaviors. Moreover, community participation and social support significantly enhance adherence and behavioral consistency, while the integration of digital technologies (mHealth) expands accessibility and engagement. The findings reaffirm the relevance of behavioral frameworks such as the Health Belief Model and Theory of Planned Behavior, emphasizing that sustainable prevention depends on the interaction between personal motivation and sociocultural context. This study contributes to a deeper understanding of how community-driven strategies can mitigate diabetes risks and highlights the importance of culturally sensitive health promotion. Future research should adopt triangulation methods and longitudinal analysis to evaluate long-term impacts and expand insights into the social determinants influencing preventive behavior.
Asuhan Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di RSUD Inche Abdoel Moeis Viola ola; Rivan Firdaus; Rahmawati Shoufiah
Afiyatun Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2026): September
Publisher : PT. Edukasi Ahmad Kirang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan kondisi inflamasi akibat infeksi yang menyerang saluran pernapasan, ditandai dengan gejala seperti batuk dan kesulitan bernapas. Kondisi ini disebabkan oleh agen infeksi, termasuk virus, bakteri, mikoplasma (jamur), serta paparan zat lain yang dapat menyebabkan penumpukan cairan dan sekret di paru-paru. Secara global, sekitar 450 juta orang mengalami pneumonia setiap tahun, termasuk orang dewasa. Pada pasien pneumonia, penumpukan sekret yang berlebihan dapat menyebabkan obstruksi jalan napas dan menimbulkan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan pneumonia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif. Metode yang digunakan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Ny. J mengalami sesak napas disertai batuk berdahak dan kesulitan mengeluarkan sputum, terdengar suara napas tambahan berupa ronki, frekuensi pernapasan 28 kali/menit, dan SpO₂ 90%. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan risiko defisit nutrisi. Intervensi keperawatan dilaksanakan sesuai dengan rencana asuhan keperawatan. Pada hari ketiga, pasien menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengeluarkan sputum, suara ronki sudah tidak terdengar, dan sesak napas mengalami penurunan. Kesimpulan: Fisioterapi dada dapat membantu mengurangi penumpukan sekret, mempermudah pengeluaran sputum, dan meningkatkan fungsi pernapasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi tambahan dalam praktik keperawatan untuk penatalaksanaan pasien dengan pneumonia.  
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Ca Colon Dengan  Nausea  di RSUD Dr. Kanudjoso DjatiwibowoBalikpapan Tina Amelia; Arsyawina; Rahmawati Shoufiah
Afiyatun Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2026): September
Publisher : PT. Edukasi Ahmad Kirang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Ca Colon merupakan keganasan pada usus besar yang menjadi masalah kesehatan global. Kanker kolorektal menempati urutan ketiga kasus kanker terbanyak dan penyebab kematian akibat kanker kedua di dunia (WHO, 2023). Di Indonesia, kanker kolon menempati peringkat keempat dengan 35.676 kasus. Pasien yang menjalani kemoterapi sering mengalami nausea, ansietas, dan risiko defisit nutrisi. Penulisan karya tulis ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien Ca Colon yang menjalani kemoterapi. Metode: Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan pada pasien ca colon dengan masalah keperawatan nausea. Metode yang digunakan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan.  Intervensi yang diberikan meliputi terapi akupresur  untuk mengurangi mual muntah, manajemen nutrisi, reduksi ansietas. Hasil : Masalah keperawatan yaitu nausea, ansietas, dan risiko defisit nutrisi. Setelah intervensi selama tiga hari, skor INVR menurun dari 13  menjadi 7 serta frekuensi muntah menurun dari 3 kali menjadi 1 kali per hari. Ansietas berkurang ditandai pasien tampak lebih tenang dan rileks. Risiko defisit nutrisi menunjukkan perbaikan ditandai peningkatan nafsu makan dan pasien mampu menghabiskan hampir satu porsi makanan. Kesimpulan dan Saran: Akupresur terbukti membantu mengurangi mual dan muntah pada pasien ca colon dengan kemoterapi. Perawat diharapkan dapat menerapkan serta mengajarkan tehnik akupresur kepada pasien sebagai terapi nonfarmakologis.