Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

VITALITAS NYADRAN DALAM MASYARAKAT MUSLIM JAWA KONTEMPORER: ANALISIS FUNGSIONALISME ROBERT K. MERTON PADA EMPAT LOKUS DI BANTUL DAN SLEMAN Ahmad Mughis Mabruri
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7295

Abstract

Tradisi Nyadran merupakan salah satu bentuk praktik keagamaan Islam-Jawa yang telah bertahan selama berabad-abad. Penelitian ini bertujuan menganalisis vitalitas tradisi Nyadran melalui kerangka fungsionalisme Robert K. Merton dengan fokus pada perbedaan konteks sosial dan lokus pelaksanaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di empat lokasi, yaitu Pelem Sewu (Sewon, Bantul), Wonokromo (Pleret, Bantul), Jomblang (Banguntapan, Bantul), dan Ngropoh (Condongcatur, Sleman). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap juru kunci makam, tokoh agama, panitia Nyadran, dan warga biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi bentuk pelaksanaan yang dipengaruhi oleh faktor sosial, geografis, dan kultural masing-masing lokus, nilai inti tradisi Nyadran meliputi doa bersama, penghormatan leluhur, dan penguatan solidaritas tetap terjaga. Fungsi laten yang paling dominan adalah mobilisasi sosial dan penguatan silaturahmi antarmasyarakat, sementara disfungsi yang muncul bersifat minim. Temuan ini mengkonfirmasi argumen Merton bahwa tradisi bertahan bukan semata karena tujuan manifesnya, melainkan karena akumulasi fungsi laten yang relevan secara sosial. Variasi ekspresi keberagamaan tidak melemahkan, melainkan justru memperkuat daya tahan tradisi dalam konteks Muslim Jawa kontemporer.