Siti Zubaidah
Program Studi Ekonomi Syariah - S1, Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Actuating Dalam Manajemen Bisnis Syariah Dalam Operasional Usaha Tahu Modern Di Telang Kamal Bangkalan Galih Angga Mahendra; Retno Khabibatuni’mah; Khoyril Waro; Farihatus Sholihatus Syafiyah; Nuraida Sayyidati; Siti Zubaidah
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/jekobs.v4i4.14841

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) represent a significant segment of the Indonesian economy and serve as a conduit for the implementation of sharia values in business practices. The present study aims to examine the implementation of the actuating function in sharia business management at Tahu Modern in Telang Kamal, Bangkalan. The research method employed is qualitative, with a case study approach. The data was obtained through a combination of interviews, observations, and documentation, and was then analysed thematically based on four indicators: the principle of tauhid, Islamic communication, product quality and halalness, and sharia marketing strategies. The findings indicate that the concept of tauhid is operationalised through the business owner's consistent implementation of worship, the manifestation of Islamic communication through a cordial and truthful demeanour towards customers, the maintenance of product quality through the selection of reliable raw materials, and the execution of sharia marketing in a straightforward yet efficacious manner through the utilisation of Google Maps and the provision of bonuses for loyal customers. These findings indicate that the success of MSMEs is not solely determined by financial profits, but also by the integration of Islamic values into business operations. This study makes a significant academic contribution to the extant literature on sharia management, while concurrently providing practical inspiration for MSMEs to enhance their competitiveness whilst maintaining the principle of blessing. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia sekaligus sarana penerapan nilai-nilai syariah dalam praktik bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi fungsi actuating dalam manajemen bisnis syariah pada usaha Tahu Modern di Telang Kamal, Bangkalan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan empat indikator: prinsip tauhid, komunikasi Islami, kualitas dan kehalalan produk, serta strategi pemasaran syariah. hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tauhid terimplementasi melalui konsistensi ibadah pemilik usaha, komunikasi Islami tampak dalam sikap ramah dan jujur terhadap pelanggan, kualitas produk dijaga dengan pemilihan bahan baku terpercaya, dan pemasaran syariah dilakukan secara sederhana namun efektif melalui pemanfaatan Google Maps serta pemberian bonus bagi konsumen setia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh keuntungan finansial, tetapi juga oleh integrasi nilai-nilai Islam dalam operasional usaha. Penelitian ini memberi kontribusi akademik bagi literatur manajemen syariah sekaligus menawarkan inspirasi praktis bagi UMKM agar mampu meningkatkan daya saing dengan tetap menjaga prinsip keberkahan
Implementasi Prinsip Organizing dalam Manajemen Bisnis Syariah : Studi Kasus Umkm Seblak Gacor Telang Bangkalan Madura Eka Nova Yulianti; Ana Fitroyun Nisa’; Imroatun Mufida; Moh Jazuli; Nur Cahyo; Siti Zubaidah
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/jekobs.v4i4.14875

Abstract

This study aims to analyze the organizing function from an Islamic management perspective in the case of UMKM Seblak Gacor in Telang, Bangkalan, focusing on the principles of trustworthiness (amanah), justice (al-‘adl), consultation (syura), honesty (sidq), and consistency (istiqamah) in line with maqashid shariah. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study method, where data were collected through in-depth interviews with the owners and employees, supported by relevant scholarly literature. Data analysis followed Miles and Huberman’s model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source triangulation. The findings reveal that organizing practices have partially reflected sharia principles, such as implementing a shift system for fairness, proportional sharing of capital and responsibilities, and decision-making through consultation. However, challenges remain, including ineffective internal communication, the absence of written standard operating procedures (SOPs), and internal conflicts affecting service consistency. In conclusion, the effectiveness of organizing based on Islamic principles is determined not only by technical efficiency but also by the integration of spiritual values that bring blessings to the business.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi organizing dalam perspektif manajemen Islam pada kasus UMKM Seblak Gacor di Telang, Bangkalan, dengan fokus pada prinsip amanah, keadilan (al-‘adl), musyawarah (syura), kejujuran (sidq), dan konsistensi (istiqamah) yang sejalan dengan maqashid shariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan karyawan serta didukung literatur akademik relevan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik organizing sebagian telah mencerminkan prinsip syariah, seperti penerapan sistem shift untuk keadilan, pembagian modal dan tanggung jawab secara proporsional, serta pengambilan keputusan melalui musyawarah. Namun, masih terdapat tantangan berupa komunikasi internal yang kurang efektif, ketiadaan standar operasional prosedur (SOP) tertulis, dan konflik internal yang memengaruhi konsistensi pelayanan. Kesimpulannya, efektivitas organizing berbasis prinsip Islam ditentukan tidak hanya oleh efisiensi teknis, tetapi juga oleh integrasi nilai spiritual yang menghadirkan keberkahan usaha. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi, formalisasi SOP, peningkatan kapasitas SDM, serta pembentukan mekanisme penyelesaian konflik berbasis nilai Islam guna menjamin keberlanjutan usaha.