Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN RESIKO PADA BUDIDAYA PERAIRAN TELUK PRIGI MENGGUNAKAN SISTEM MONITORING PARAMETER PERAIRAN BERBASIS DATA LOGGER Bella Arum Kristanti; Riska Nur Wakidah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/57psg357

Abstract

Budidaya perairan di Teluk Prigi Trenggalek menghadapi risiko kerugian ekonomi akibat pemantauan parameter kualitas air yang masih dilakukan secara manual. Pemantauan manual memiliki keterbatasan berupa data yang tidak diperoleh secara real-time dan kontinu, potensi kesalahan pencatatan yang tinggi, serta sulitnya analisis jangka panjang. Kondisi ini menyulitkan identifikasi dini terhadap risiko kegagalan budidaya, sehingga diperlukan sistem monitoring otomatis berbasis data logger. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Sistem Monitoring Parameter Perairan Berbasis Data Logger yang mampu mengukur suhu, salinitas, dan pH secara otomatis di Teluk Prigi Trenggalek. Metode pelaksanaan meliputi studi literatur, perancangan desain dan sistem alat di laboratorium, serta implementasi lapangan pada 2 titik perairan dengan karakteristik budidaya yang berbeda selama 14 hari. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu merekam dan menyimpan data parameter perairan secara otomatis ke dalam Google Spreadsheet maupun memori internal, serta menampilkan data secara real-time. Sistem ini berhasil mengidentifikasi indikasi perubahan kondisi perairan yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih dini. Penerapan sistem ini diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir Teluk Prigi dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan lingkungan perairan secara efektif dan berkelanjutan.   Abstract  Aquaculture in Prigi Bay, Trenggalek faces the risk of economic loss due to water quality parameter monitoring that is still carried out manually. Manual monitoring has several limitations, including data that is not obtained in real-time and continuously, a high potential for recording errors, and difficulty in long-term analysis. These conditions make it difficult to identify early risks of aquaculture failure, thus necessitating an automated monitoring system based on a data logger. This community service activity aims to design and implement a Data Logger-Based Water Parameter Monitoring System capable of automatically measuring temperature, salinity, and pH in Prigi Bay, Trenggalek. The implementation method included a literature study, design and system development in the laboratory, and field implementation at two aquaculture sites with different characteristics over 14 days. The results show that the system is capable of automatically recording and storing water parameter data to Google Spreadsheet and internal memory, as well as displaying data in real-time. The system successfully identified indications of changes in water conditions that could potentially cause economic losses, enabling earlier preventive measures. The implementation of this system is expected to enhance the ability of the Prigi Bay coastal community to utilize digital technology for effective and sustainable aquatic environmental management.
DIGITALISASI TATA RUANG PESISIR DESA LEBETAWI BERBASIS GEOSPASIAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KAMPUNG NELAYAN MAJU Budhi Agung Prasetyo; Mesrika Yanti Solin; Ma’rufa Nurul Latifah; Safinah Yulianty Sitania; Riska Nur Wakidah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/sj9k5t72

Abstract

Desa Lebetawi, Kota Tual, merupakan kawasan pesisir strategis yang telah ditetapkan sebagai lokasi penerima manfaat program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Permasalahan mendasar yang dihadapi adalah ketiadaan basis data spasial yang memadai, sehingga perencanaan pembangunan desa masih didasarkan pada perkiraan visual tanpa data metrik yang presisi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memecahkan masalah tersebut melalui digitalisasi tata ruang pesisir menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif (participatory mapping) yang meliputi akuisisi data citra satelit resolusi tinggi untuk visualisasi eksisting, survei lapangan untuk validasi batas administrasi dan fasilitas sosial,  digitasi dan pengolahan data spasial menggunakan perangkat lunak QGIS, dan penyerahan dan sosialisasi hasil kepada perangkat desa. Luaran utama dari kegiatan ini adalah Peta Administrasi dan Peta Tata Ruang Desa Lebetawi dalam format cetak dan digital. 10 perangkat desa mengikuti sosialisasi literasi peta, dan tingkat pemahaman peserta meningkat. Hasil pengabdian ini diharapkan menjadi data dasar yang krusial bagi Pemerintah Desa Lebetawi dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi program KNMP, sehingga terwujud tata kelola kampung nelayan maju yang akurat dan berkelanjutan.   Abstract Lebetawi Village, Tual City, is a strategic coastal area designated as a beneficiary location for the national Red and White Fishermen's Village program (KNMP) under the Ministry of Marine Affairs and Fisheries. The fundamental problem faced is the absence of an adequate spatial database, resulting in village development planning based on visual estimates without precise metric data. This community service activity aims to address this issue through the digitization of coastal spatial planning using Geographic Information System (GIS) technology. The implementation method was carried out participatorily, including acquisition of high-resolution satellite imagery, field surveys for administrative boundary validation and social facility mapping, spatial data digitization and processing using QGIS software, and delivery and socialization of results to village officials. The main output is the Administrative Map and Spatial Plan Map of Lebetawi Village in printed and digital formats. 10 village officials participated in map literacy socialization, and participants' comprehension level improved. The results of this activity are expected to serve as crucial baseline data for the Lebetawi Village Government in planning, monitoring, and evaluating the KNMP program, thereby realizing accurate and sustainable advanced fishermen's village governance.