Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Pemeliharaan Mesin Menggunakan Pendekatan TPM dan OEE di Industri Manufaktur Siti Nurjanah
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 4 - Februari 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan rutin membantu proses produksi berjalan lancar dan mesin digunakan lebih maksimal. Kelancaran produksi bertujuan untuk menjaga kelangsungan proses produksi, dimana kondisi fasilitas produksi mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menjaga kelancaran tersebut. Penggunaan mesin yang tidak optimal menjadi salah satu faktor menurunnya produktivitas mesin dan akan menimbulkan kerugian. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Total Productive Maintenance (TPM) dengan pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas operasional mesin. TPM merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan memaksimalkan penggunaan mesin dan peralatan. Sebagai pendekatan manajemen pemeliharaan, TPM melibatkan partisipasi total dari seluruh karyawan dengan tujuan utama meningkatkan efektivitas peralatan dan mengurangi pemborosan, termasuk waktu henti mesin. Studi literatur ini mengulas bahwa penerapan TPM dapat secara signifikan mengurangi frekuensi dan durasi downtime mesin, meningkatkan efektivitas peralatan, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerugian kerusakan antara lain faktor mesin, lingkungan, material dan manusia. Dari faktor-faktor tersebut, faktor mesin dan pendekatan yang digunakan dalam manajemen pemeliharaan merupakan faktor yang paling dominan. Untuk mengurangi hal tersebut perlu diberikan otonomi pemeliharaan kepada operator, melakukan pelatihan terhadap teknisi pemeliharaan dengan mengontrol kemajuan ketrampilan, kemampuan dan pengawasan operator mengenai kebersihan mesin.
IMPLEMENTATION OF A READING CORNER PROGRAM TO STRENGTHEN EARLY CHILDHOOD LITERACY AT KB MAWAR EARLY CHILDHOOD EDUCATION CENTER, CIBATU VILLAGE Siti Nurjanah; Putri Syifa Nadia; Dedek Setiawan; Rieke Fitriyan; Luthfi Radian
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan kesesuaian koleksi buku, ukuran rak, dan penataan fasilitas menjadi permasalahan dalam pemanfaatan Pojok Baca di PAUD KB Mawar Desa Cibatu. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Program Pojok Baca sebagai sarana pendukung penguatan literasi dan pembelajaran anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan pada 10–15 Agustus 2026 dengan melibatkan 28 peserta didik dan tiga guru PAUD KB Mawar. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan observasi awal, perencanaan, penataan dan pengembangan Pojok Baca, serta evaluasi kegiatan. Program meliputi penataan kembali area baca, penyediaan buku yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, penambahan media pembelajaran berupa puzzle, balok, angka, bentuk ruang, buku digital, dan stacking toy, serta pemanfaatan Pojok Baca melalui kegiatan membaca dan mendongeng bertema pengenalan emosi. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta didik, wawancara dengan guru, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil menunjukkan bahwa anak tertarik terhadap buku dan media pembelajaran melalui aktivitas melihat, membuka, memilih, dan menggunakan buku serta permainan edukatif. Anak juga terlibat dalam kegiatan mendongeng dengan menyimak cerita, menjawab pertanyaan, dan mengenali emosi tokoh. Guru menyampaikan bahwa keberadaan Pojok Baca, koleksi buku, media pembelajaran, dan pendampingan mahasiswa KKN membantu mendukung proses pembelajaran. Kegiatan ini belum mengukur peningkatan kemampuan literasi secara kuantitatif, tetapi memberikan respons awal yang positif serta menciptakan lingkungan literasi yang lebih tertata dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.