Astriani Natalia Br Ginting
PUI Phyto Degenerative & Lifestyle Medicine, Universitas Prima Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Brotowali (Tinospora crispa L.) dan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Diabetic Ulcer Novitaria Br Sembiring; Diwa Imanuel Tarigan; Astriani Natalia Br Ginting
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.116

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi berupa luka diabetes (diabetic ulcer) yang rentan mengalami infeksi bakteri. Salah satu bakteri yang sering ditemukan pada luka tersebut adalah Staphylococcus aureus. Pemanfaatan bahan alam sebagai agen antibakteri menjadi alternatif yang potensial dalam mendukung penanganan infeksi pada luka diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun brotowali (Tinospora crispa L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Staphylococcus aureus sebagai bakteri penyebab infeksi pada diabetic ulcer. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol, kemudian difraksinasi dengan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Fraksi etil asetat daun brotowali diuji pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%, sedangkan daun kersen pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali memiliki diameter zona hambat rata-rata sebesar 8,5–9,13 mm, sedangkan daun kersen menunjukkan aktivitas lebih tinggi dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 10,13–10,96 mm. Kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 24,4 ± 0,43 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali dan daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi sebagai sumber antibakteri alami dalam penanganan infeksi pada diabetic ulcer.
Evaluasi Penggunaan Obat Diare pada Pasien Balita di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Royal Prima Tahun 2022 – 2025 gusti nurmawan panjaitan; Daimah Wirdatus Sanaun Harahap; Astriani Natalia Br Ginting
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.304

Abstract

balita di Indonesia. Evaluasi penggunaan obat secara berkala sangat diperlukan untuk menjamin ketepatan terapi dan mencegah risiko efek samping serta resistensi obat pada pasien pediatrik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien balita dengan diare di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Royal Prima tahun 2022-2025. Metode: Data diambil dari rekam medis pasien balita dengan diagnosa diare yang menjalani rawat inap selama periode 2022–2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik pasien dan ketepatan penggunaan obat berdasarkan parameter tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis mengacu pada Pedoman Pengendalian Penyakit Diare. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien diare balita berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 59%. Sebagian besar pasien berada pada rentang usia 1–5 tahun (76%). Terapi farmakologis yang paling banyak digunakan adalah probiotik (51%) dan zinc (43%). Evaluasi ketepatan penggunaan obat menunjukkan hasil tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat pasien (100%), tepat rute pemberian obat (45%), serta ketepatan peresepan berdasarkan panduan Lintas Diare dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebesar 100%. Kesimpulan: penggunaan obat diare pada pasien balita di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Royal Prima tahun 2022-2025 secara umum telah sesuai dengan pedoman pengobatan yang berlaku. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam aspek ketepatan rute pemberian obat guna mendukung penerapan penggunaan obat yang lebih rasional dan optimal.