Ayub Makrub Islamudin
Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Phenomenon of Online Gambling in Kaliwates, Jember and Its Implications for Families (A Socio-Religious Analysis): Fenomena Judi Online di Kaliwates Jember dan Implikasinya terhadap Keluarga (Analisis Sosial Keagamaan) Bayu Rizki Fachri Zain; Ayub Makrub Islamudin; Raja Asyad Vatanen; Hilmi Marwa Abdullah; Firdaus Fika Ananda
Al-Zaujiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judi merupakan salah satu bentuk permainan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam Islam, judi adalah satu di antara perbuatan dosa besar. Hal ini dikarenakan judi merupakan permainan yang memiliki banyak bahaya, walaupun di dalam judi terdapat manfaat. Seiring berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam kehidupan manusia, berkembang pula kreativitas manusia pada bidang teknologi. Bahkan permainan judi telah memasuki dunia digital atau yang dikenal sebagai judi online. Keharmonisan keluarga adalah keadaan tercapainya kebersamaan dan kebahagiaan dalam suatu keluarga. Kaliwates adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis dan menemukan fenomena judi online pada masyarakat Kaliwates Jember. Menganalisis dan menemukan implikasi judi online terhadap keharmonisan keluarga Kaliwates Jember. Menganalisis dan menemukan pandangan ulama kontemporer tentang judi online. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Maraknya judi online adalah hal yang lumrah saat ini, tak terkecuali di daerah Kaliwates Jember. (2) Ada 4 implikasi judi online terhadap keharmonisan keluarga pada masyarakat Kaliwates Jember. (3) Terdapat fatwa-fatwa ulama kontemporer yang membahas seputar hukum bermain judi online dan mereka bersepakat bahwa judi online itu haram.
ANALYSIS OF THE STRATEGY FOR DISTRIBUTING ZIS FUNDS THROUGH THE TEACHER CARE PROGRAM AT LAZISMU, SURAKARTA CITY Ayub Makrub Islamudin; Irsan Irsan
JURNAL HAKAM Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i1.11635

Abstract

Poverty is a major problem in Indonesia that continues to be faced to this day. Lazismu Surakarta City comes with a program that provides solutions in the midst of the void of things that escape the government's attention. This study aims to analyze the strategy of distributing ZIS funds through the teacher care program at Lazismu Surakarta. The method used in this research is a qualitative method, the data source of this research uses primary and secondary data, primary data collected by interview, observation and documentation directly at the Surakarta lazismu office while secondary data is obtained from various kinds of journal literature, lazismu official web, articles and others. The results of this study indicate that the strategy of channeling ZIS funds carried out by Lazismu Surakarta is among others: cooperating with the Education Council of the Regional Leadership of Aisyiyah Surakarta to survey, each teacher is given an account number on behalf of the teacher, using BPRS HIK Surakarta bank as a distribution, gathering all selected teachers at the beginning of the year and certain moments. Sharia review of the strategy of distributing ZIS funds through the teacher care program in the lazismu of Surakarta city is generally in accordance with the guidance of the Qur'an and As sunnah, teachers can receive subsidies from zakat funds as part of the fiisabilillah group, because their role in preparing cadres of people is a form of jihad in the way of Allah and efforts to uphold the sentence of Allah, the use of banks as wasilah in transferring zakat is permissible because there is no element of forbidden, lazismu feedback to the BPRS HIK bank should not be necessary because this can diminish or weaken the sincerity of those who give zakat.