Pembelajaran merupakan instrumen fundamental bagi setiap individu untuk memperluas cakrawala berpikir, wawasan, dan mentransfer pengetahuan. Memasuki era baru yang dikenal sebagai Era Society 5.0—sebagai kelanjutan evolutif dari era industri 4.0—proses transfer pengetahuan tidak lagi hanya berorientasi pada adopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi yang mampu memperkuat interaksi humanis antara pendidik dan peserta didik. Transformasi ini turut memengaruhi pembelajaran bahasa Arab sebagai salah satu bahasa internasional yang memiliki peran strategis dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan komunikasi global. Di Indonesia, bahasa Arab dipelajari melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal, namun proses pembelajarannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penyediaan media yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan mengenai perkembangan media pembelajaran bahasa Arab dan implementasi konsep Society 5.0. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti WhatsApp, Facebook, Google Classroom, serta teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab melalui pengalaman belajar yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, paradigma Society 5.0 menjadi landasan penting dalam merevolusi media pembelajaran bahasa Arab agar tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan proses pembelajaran yang humanis, bermakna, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Bahasa Arab, Era Society 5.0