Murni Witjayanti
Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Murni Witjayanti; Apriyani Puji
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.51870

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan berkaitan erat dengan pola makan yang tidak teratur. Peningkatan kasus dispepsia di Puskesmas Saritani menunjukkan perlunya analisis faktor risiko, khususnya pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Saritani tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur frekuensi makan, jenis makanan, dan kebiasaan sarapan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia. Responden yang makan kurang dari tiga kali sehari, tidak sarapan, serta mengonsumsi makanan berlemak, pedas, dan asam memiliki risiko lebih tinggi mengalami dispepsia. Nilai p pada masing-masing variabel menunjukkan signifikansi statistik (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan bermakna. Analisis menunjukkan bahwa pola makan tidak teratur memicu peningkatan sekresi asam lambung yang dapat merusak mukosa lambung. Secara teoritis, kondisi ini menyebabkan munculnya gejala dispepsia seperti nyeri epigastrium dan rasa tidak nyaman. Diskusi penelitian menegaskan bahwa intervensi promotif dan preventif melalui edukasi pola makan sehat sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian dispepsia.