Gizi di usia 5 tahun pertama mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak di masa mendatang. Gizi anak khususnya balita Indonesia termasuk dalam masalah kesehatan masyarakat hal ini dapat dilihat melalui ambang batas permasalahan gizi. tatus gizi balita adalah kondisi kesehatan anak usia 0–59 bulan yang menunjukkan keseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Penilaian dilakukan melalui pengukuran seperti berat badan dan tinggi badan sesuai umur.Status gizi dipengaruhi oleh asupan makanan, kesehatan, pola asuh, dan lingkungan. Jika tidak terpenuhi dengan baik, dapat menyebabkan masalah seperti gizi kurang, stunting, atau obesitas. Status gizi yang baik penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara optimal. Menurut profil Kesehatan Kabupaten Karangasem tahun 2022, sebesar 2,3% balita mengalami gizi kurang, 0,5% mengalami gizi buruk, 7% balita pendek dan 5% balita dengan berat badan kurang Penelitian ini bertujuan untuk melihat Gambaran status gizi balita di Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel sebanyak 104 balita yang dipilih melalui multistage sampling, dengan ibu balita sebagai responden. Data status gizi dikumpulkan melalui pengukuran antropometri,terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, metode sampling, variabel penelitian, alat untuk pengumpulan data dan metode analisis data. Status gizi balita pada penelitian ini menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (83.7%) berdasarkan indeks BB/U. Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (72.1%) berdasarkan indeks TB/U. Sedangkan berdasarkan indeks BB/TB sebagian besar balita memiliki status gizi normal (89.4%). Sebagian besar status gizi balita di Kecamatan Abang Karangasem memiliki status gizi normal.