Triska Handayani
Program Magister Ilmu Biomedik, Fakultas Kedokteran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS UJI SARING ANTIBODI DAN PHENOTYPING GOLONGAN DARAH RHESUS PADA PASIEN THALASEMIA DENGAN DARAH DONOR DI RS UI Triska Handayani; Ria Syafitri Evi Gantini; Andhika Rachman
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60176

Abstract

Thalasemia merupakan kelainan hemoglobin herediter yang menyebabkan pasien memerlukan transfusi darah secara berulang sepanjang hidupnya. Paparan berulang terhadap eritrosit donor meningkatkan risiko terbentuknya aloantibodi akibat ketidaksesuaian antigen eritrosit antara pasien dan donor. Pembentukan antibodi dapat menyebabkan kesulitan dalam memperoleh darah yang kompatibel serta meningkatkan risiko reaksi transfusi. Oleh karena itu, pemeriksaan phenotyping sistem Rhesus, khususnya antigen C, c, E, dan e, berperan penting dalam mengevaluasi kesesuaian antigen antara pasien dan donor sebagai upaya meningkatkan keamanan transfusi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang melibatkan 100 pasien thalasemia dengan riwayat transfusi darah berulang di RS UI. Data yang dianalisis meliputi hasil uji saring antibodi, hasil phenotyping Rhesus pada pasien dan donor, serta tingkat kesesuaian fenotipe Rhesus antara pasien dan donor. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi karakteristik dan kesesuaian fenotipe. Hasil uji saring antibodi menunjukkan bahwa 8% pasien memiliki hasil positif, sedangkan 92% lainnya negatif. Fenotipe Rhesus yang paling banyak ditemukan pada pasien adalah CCDee (74%), dan pola yang sama juga mendominasi pada donor dengan proporsi 69%. Kesesuaian fenotipe Rhesus antara pasien dan donor diperoleh pada 55% kasus, sementara 45% kasus menunjukkan ketidaksesuaian fenotipe. Sebagian besar pasien thalasemia memiliki hasil uji saring antibodi negatif dengan fenotipe Rhesus dominan CCDee. Meskipun demikian, tingginya proporsi ketidaksesuaian fenotipe Rhesus antara pasien dan donor menunjukkan bahwa pemeriksaan phenotyping Rhesus serta pemantauan antibodi secara berkala tetap diperlukan untuk meningkatkan kompatibilitas transfusi, mengurangi risiko aloimunisasi, dan mendukung keamanan serta keberhasilan terapi transfusi pada pasien thalasemia.