Hairunnisah Hairunnisah
Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bima

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI BERBASIS PUDING DAUN KATUK DAN TELUR TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI Hairul Ammar; Nur Husnul Khatimah; M. Noris; Hairunnisah Hairunnisah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60392

Abstract

Pengetahuan gizi yang memadai pada ibu menyusui berperan penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan bayi selama masa laktasi. Rendahnya pengetahuan gizi dapat memengaruhi praktik pemberian makan yang berdampak pada status gizi ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pangan lokal berbasis puding daun katuk dan telur ayam terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Paruga. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 136 ibu menyusui. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 57 responden, namun responden yang berhasil dikumpulkan di lapangan sebanyak 50 orang dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data meliputi analisis univariat, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup dan baik (masing-masing 48%), sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan dengan mayoritas responden berada pada kategori baik (96%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh signifikan edukasi pangan lokal berbasis puding daun katuk dan telur ayam terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui. Simpulan penelitian ini adalah edukasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Paruga.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WERA Radiatul Hasanah; Hairunnisah Hairunnisah; Darmin Darmin; Aris Iwansyah
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.14284

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women remains one of the nutritional problems that can increase the risk of pregnancy complications, low birth weight, and stunting. Nutritional knowledge and dietary patterns are factors believed to be associated with the incidence of CED; however, previous studies have yielded mixed results. This study aims to analyze the relationship between levels of nutritional knowledge and dietary patterns and the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women in the service area of the Wera Community Health Center. This study employed a cross-sectional design with a population of 559 pregnant women and a sample of 85 respondents determined using the Slovin formula. Data on knowledge levels were collected using a questionnaire; dietary patterns were measured using a Food Frequency Questionnaire (FFQ); and CED status was determined based on Upper Arm Circumference (UAC) measurements. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, including the Pearson chi-square test, with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had a “good” level of nutritional knowledge (48.2%), a “good” dietary pattern (61.2%), and did not suffer from KEK (57.6%). The results of the Pearson chi-square test showed that there was no association between the level of nutritional knowledge and the incidence of chronic energy deficiency (p = 0.085), whereas there was an association between dietary patterns and the incidence of chronic energy deficiency (p < 0.001). It can be concluded that dietary patterns are associated with the incidence of chronic energy deficiency in pregnant women, whereas the level of nutritional knowledge is not associated with the incidence of chronic energy deficiency. Therefore, efforts to prevent chronic energy deficiency should focus on improving dietary patterns through ongoing nutrition education and support during pregnancy. ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, bayi berat lahir rendah, serta stunting. Pengetahuan gizi dan pola makan merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian KEK, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan gizi dan pola makan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wera. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah populasi sebanyak 559 ibu hamil dan sampel sebanyak 85 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data tingkat pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner, pola makan diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status KEK ditentukan berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan gizi kategori baik (48,2%), pola makan kategori baik (61,2%), dan tidak mengalami KEK (57,6%). Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan kejadian KEK (p = 0,085), sedangkan terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian KEK (p < 0,001). Dapat disimpulkan bahwa pola makan berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis pada ibu hamil, sedangkan tingkat pengetahuan gizi tidak berhubungan dengan kejadian KEK. Oleh karena itu, upaya pencegahan KEK perlu difokuskan pada perbaikan pola makan melalui edukasi gizi yang berkelanjutan dan pendampingan selama kehamilan.