Lilisa Murni
Program Studi Sarjana Keperawatan, Universitas Perintis Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PHBS MASYARAKAT NAGARI KOTO BARU KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2026 Lilisa Murni; Ida Suryati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60451

Abstract

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seyogyanya menjadi pola hidup sehat masyarakat. Program dicanangkan tahun 2011 dan sudah disosialisasikan, dilakukan edukasi oleh instansi terkait secara langsung dan melalui media elektronik sesuai pedoman. Penerapan perilaku hidup bersih masyarakat belum sesuai dengan pedoman dan target capaian dari pemerintah. Kondisi ini perlu ditanggulangi agar penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi pola hidup sesuai aturan kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar tahun 2026. Populasi sebanyak 337 KK dan teknik penarikan sampel secara prosentase sebesar 70% dari jumlah populasi yakni 236 KK. Pengolahan data dengan teknik Prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang perilaku PHBS tinggi 81% dan 19% rendah, sikap 43% positif dan 57% negatif serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat 55,08% baik dan 44,92% tidak baik. Belum tercapainya penerapan PHBS sesuai target 80% dan prosentase capaian 55% menjadi bahan kajian bagi pihak terkait. Upaya merancang program peningkatan penerapan PHBS melalui pemecahan masalah dan kendala yang ditemukan di lapangan berkaitan dengan edukasi berkelanjutan untuk tidak merokok dalam rumah, persalinan denagan tenaga kesehatan, bayi diberi makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan, mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari dan aktifitas fisik dilakukan 2-3x/minggu dengan durasi waktu 20-45 menit. Pendekatan berkelanjutan yang mencakup edukasi, pembinaan, serta pengawasan yang lebih intensif diharapkan dapat meningkatkan penerapan PHBS secara konsisten.