Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya penting dalam melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja. Salah satu bentuk penerapan K3 adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Namun, pada industri rumah tangga seperti pabrik tahu, kepatuhan penggunaan APD masih belum optimal sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan penggunaan APD dalam upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja pada pekerja pabrik tahu, meliputi pengetahuan pekerja, tingkat kepatuhan, faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan, risiko kecelakaan kerja, serta upaya pencegahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Juni 2026 di salah satu pabrik tahu di Kelurahan Kumelembuai, Kota Tomohon, dengan melibatkan enam orang pekerja sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pekerja memiliki pengetahuan dasar yang cukup mengenai APD, tetapi belum pernah mengikuti pelatihan K3. Kepatuhan penggunaan APD belum dilakukan secara konsisten karena pekerja cenderung menggunakan APD hanya pada pekerjaan yang dianggap berisiko tinggi. Faktor yang memengaruhi kepatuhan meliputi kesadaran pekerja, kenyamanan APD, ketersediaan APD, dan pengawasan yang belum optimal. Risiko kecelakaan kerja yang ditemukan meliputi luka bakar, terpeleset, dan cedera akibat alat produksi. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui penyediaan APD, menjaga kebersihan lingkungan kerja, dan pemberian arahan secara lisan, namun belum didukung oleh aturan tertulis, pelatihan, dan pengawasan yang berkelanjutan. Kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pabrik tahu masih belum optimal meskipun pekerja memiliki pengetahuan yang cukup.