Farida Nur Aini
Program Magister Psikologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI COPING PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEHAMILAN DI LUAR NIKAH DALAM MENGHADAPI STIGMA SOSIAL Farida Nur Aini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60847

Abstract

Kehamilan di luar nikah merupakan peristiwa yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis akibat stigma sosial, penolakan keluarga, dan perubahan peran yang harus dihadapi perempuan. Kondisi tersebut mendorong individu mengembangkan berbagai strategi coping untuk mempertahankan kesejahteraan psikologisnya. Penelitian mengenai strategi coping pada perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah masih didominasi oleh kelompok remaja, sedangkan kajian pada perempuan dengan latar belakang usia dan status pernikahan yang beragam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi coping yang digunakan perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri atas empat perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah dan enam informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berbantuan perangkat lunak NVivo. Penelitian mengidentifikasi tiga strategi coping utama, yaitu emotional-focused coping, problem-focused coping, serta acceptance and avoidance coping. Pada fase awal, partisipan menunjukkan respons emosional berupa rasa takut, malu, bersalah, sedih, dan kecemasan, kemudian mengembangkan strategi penyelesaian masalah melalui dukungan keluarga, pasangan, dan tenaga profesional hingga mencapai penerimaan terhadap kondisi diri serta peran sebagai ibu. Pembentukan strategi coping dipengaruhi oleh dukungan keluarga, dukungan pasangan, religiusitas, karakteristik individu, dan kondisi sosial ekonomi, dengan dukungan keluarga dan religiusitas menjadi faktor yang paling dominan.