Low back pain (LBP) adalah salah satu gangguan pada muskuloskeletal yang sering menimbulkan keterbatasan fungsional, termasuk gangguan pola berjalan. Perubahan gait, seperti penurunan jarak langkah, dapat meningkatkan beban mekanik pada regio lumbal dan memperberat keluhan nyeri. Latihan koreksi gait merupakan intervensi fisioterapi yang bertujuan memperbaiki biomekanika berjalan melalui pengaturan postur, panjang langkah, dan koordinasi gerak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas latihan koreksi gait terhadap perbaikan jarak langkah dan penurunan intensitas nyeri pada pasien LBP non-spesifik. Penelitian quasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest yang melibatkan 50 responden. Latihan koreksi gait diberikan sebanyak tiga kali per minggu selama empat minggu. Analisa bivariat menggunakan uji parametrik yaitu uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 41-50 tahun sebanyak 20 orang (40%) dan disusul dengan usia 31-40 tahun sebanyak 18 orang (36%). Sementara jenis kelamin, mayoritas perempuan sebanyak 28 orang (56%). Ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada variabel jarak langkah dan intensitas nyeri. Nilai p yang diperoleh adalah <0,001 (α <0,05) yang menunjukkan adanya perubahan nilai setelah pemberian latihan koreksi gait. Maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan jarak langkah dan penurunan intensitas nyeri yang bermakna setelah pemberian latihan koreksi gait. Latihan koreksi gait efektif dalam meningkatkan fungsi berjalan dan menurunkan nyeri, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi fisioterapi pada pasien LBP non-spesifik.