Sridama Yanti Harahap
Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Universitas Murni Teguh Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) TERHADAP PENGEMBANGAN DIRI PERAWAT Sridama Yanti Harahap; Dior Manta Tambunan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61489

Abstract

Continuing Professional Development (CPD) merupakan proses pembelajaran berkelanjutan yang dilakukan secara sistematis untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi profesional tenaga kesehatan sepanjang masa kariernya. CPD mencakup berbagai aktivitas pembelajaran formal maupun informal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, serta kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi pengaruh CPD terhadap pengembangan diri perawat. Metode penelitian adalah studi kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental yang menerapkan pendekatan one-group pretest–posttest. Populasi adalah seluruh peserta pelatihan Kardiovaskuler, Hemodialisis, dan NICU/PICU selama 3 – 6 bulan sebanyak 100 orang. Tetapi Responden yang bersedia menjadi sampel dalam penelitian ini sampai posttest hanya 42 orang. Uji bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat pretest, mayoritas pengembangan diri perawat berada dalam kategori baik dan cukup sebanyak 21 orang (50%) serta posttest adalah sangat baik (59,5%). Ada pengaruh yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada variabel pengembangan diri pearwat dengan nilai p yang diperoleh adalah <0,001 (α <0,05) yang menunjukkan adanya perubahan nilai setelah CPD. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh CPD terhadap pengembangan diri perawat. Semoga Rumah Sakit menyusun kebijakan pengembangan kompetensi dan sistem jenjang karier. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel kinerja dan tingkat kepuasan perawat dalam jumlah sampel yang lebih besar.