Radho Al Kausar
Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lampung University, Lampung, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Radho Al Kausar; Agustina Retnaningsih
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23270

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami banyak terdapat pada buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran dan daun-daunan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbing L) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Flavanoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Flavanoid berperan sebagai antioksidan alami karena menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Ekstraksi dengan metode seduhan pada suhu 500C dan waktu 10 menit dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding dibuat dalam kosentrasi 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm dan 12 ppm. Hasil IC50 yang diperoleh pada asam askorbat yaitu 16,06 ppm dan pada ekstrak daun belimbing wuluh 1.115,53 ppm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) termasuk kedalam nilai IC50 yang sangat lemah yaitu 200 ppm.
Optimasi Konsentrasi Trietanolamin terhadap Stabilitas Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan Krim Body Scrub Berbasis Ekstrak Kelapa Gading (Cocos nucifera L.) Radho Al Kausar; Dian Ratna Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25752

Abstract

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk paparan radikal bebas dan sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif. Penggunaan sediaan topikal yang mengandung antioksidan menjadi salah satu upaya untuk menangkal efek radikal bebas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kelapa gading dalam bentuk krim body scrub serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), sedangkan evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji kesukaan.Krim body scrub diformulasikan dengan variasi konsentrasi trietanolamin 0% (F0), 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3), dengan penambahan ekstrak kelapa gading sebanyak 15 g pada setiap formulasi. Hasil evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula homogen dan memiliki karakteristik organoleptis yang sesuai. Nilai pH berturut-turut untuk F0, F1, F2, dan F3 adalah 4,96; 5,10; 5,69; dan 5,85, yang masih berada dalam rentang pH kulit. Daya sebar dan daya lekat menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi trietanolamin, dengan F3 memberikan daya sebar dan daya lekat tertinggi. Uji kesukaan menunjukkan bahwa F3 paling disukai oleh responden.Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 11,12 µg/mL (F1), 12,56 µg/mL (F2), dan 13,53 µg/mL (F3). Berdasarkan nilai IC₅₀ tersebut, F1 memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dibandingkan formula lainnya, meskipun terdapat penurunan persentase inhibisi pada peningkatan konsentrasi uji. Secara keseluruhan, krim body scrub ekstrak kelapa gading memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Radho Al Kausar; Agustina Retnaningsih
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23270

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami banyak terdapat pada buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran dan daun-daunan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbing L) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Flavanoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Flavanoid berperan sebagai antioksidan alami karena menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Ekstraksi dengan metode seduhan pada suhu 500C dan waktu 10 menit dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding dibuat dalam kosentrasi 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm dan 12 ppm. Hasil IC50 yang diperoleh pada asam askorbat yaitu 16,06 ppm dan pada ekstrak daun belimbing wuluh 1.115,53 ppm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) termasuk kedalam nilai IC50 yang sangat lemah yaitu 200 ppm.
Optimasi Konsentrasi Trietanolamin terhadap Stabilitas Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan Krim Body Scrub Berbasis Ekstrak Kelapa Gading (Cocos nucifera L.) Radho Al Kausar; Dian Ratna Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25752

Abstract

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk paparan radikal bebas dan sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif. Penggunaan sediaan topikal yang mengandung antioksidan menjadi salah satu upaya untuk menangkal efek radikal bebas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kelapa gading dalam bentuk krim body scrub serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), sedangkan evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji kesukaan.Krim body scrub diformulasikan dengan variasi konsentrasi trietanolamin 0% (F0), 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3), dengan penambahan ekstrak kelapa gading sebanyak 15 g pada setiap formulasi. Hasil evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula homogen dan memiliki karakteristik organoleptis yang sesuai. Nilai pH berturut-turut untuk F0, F1, F2, dan F3 adalah 4,96; 5,10; 5,69; dan 5,85, yang masih berada dalam rentang pH kulit. Daya sebar dan daya lekat menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi trietanolamin, dengan F3 memberikan daya sebar dan daya lekat tertinggi. Uji kesukaan menunjukkan bahwa F3 paling disukai oleh responden.Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 11,12 µg/mL (F1), 12,56 µg/mL (F2), dan 13,53 µg/mL (F3). Berdasarkan nilai IC₅₀ tersebut, F1 memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dibandingkan formula lainnya, meskipun terdapat penurunan persentase inhibisi pada peningkatan konsentrasi uji. Secara keseluruhan, krim body scrub ekstrak kelapa gading memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan.