Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DETEKSI KUALITATIF RHODAMIN B PADA PEMANIS MERAH ES CINCAU DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Adam Aulia Rahman; Muhamad Iqbal Rhamadianto
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23293

Abstract

Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis dari golongan xanthene yang penggunaannya dalam bahan pangan telah dilarang karena memiliki sifat toksik dan karsinogenik. Meskipun demikian, zat ini masih kerap disalahgunakan untuk memberikan warna merah yang menarik pada berbagai produk makanan dan minuman tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi secara kualitatif keberadaan Rhodamin B pada pemanis merah yang digunakan dalam minuman es cincau dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel pemanis dikumpulkan dari sejumlah pedagang es cincau di wilayah Bandung Raya sebagai representasi pasar lokal. Ekstraksi sampel dilakukan dengan pelarut metanol, kemudian analisis dilakukan pada plat silika gel GF254 dengan fase gerak n-butanol : etil asetat : amonia (10:4:5). Hasil pengamatan di bawah sinar ultraviolet 254 nm menunjukkan bahwa dua dari lima sampel menghasilkan noda berfluoresensi merah muda dengan nilai Rf yang identik dengan standar Rhodamin B (0,78). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian produk masih mengandung pewarna sintetis terlarang tersebut. Metode KLT terbukti merupakan teknik analisis yang sederhana, efisien, dan ekonomis untuk deteksi kualitatif Rhodamin B pada produk pangan tradisional.
DETEKSI KUALITATIF RHODAMIN B PADA PEMANIS MERAH ES CINCAU DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Adam Aulia Rahman; Muhamad Iqbal Rhamadianto
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23293

Abstract

Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis dari golongan xanthene yang penggunaannya dalam bahan pangan telah dilarang karena memiliki sifat toksik dan karsinogenik. Meskipun demikian, zat ini masih kerap disalahgunakan untuk memberikan warna merah yang menarik pada berbagai produk makanan dan minuman tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi secara kualitatif keberadaan Rhodamin B pada pemanis merah yang digunakan dalam minuman es cincau dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel pemanis dikumpulkan dari sejumlah pedagang es cincau di wilayah Bandung Raya sebagai representasi pasar lokal. Ekstraksi sampel dilakukan dengan pelarut metanol, kemudian analisis dilakukan pada plat silika gel GF254 dengan fase gerak n-butanol : etil asetat : amonia (10:4:5). Hasil pengamatan di bawah sinar ultraviolet 254 nm menunjukkan bahwa dua dari lima sampel menghasilkan noda berfluoresensi merah muda dengan nilai Rf yang identik dengan standar Rhodamin B (0,78). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian produk masih mengandung pewarna sintetis terlarang tersebut. Metode KLT terbukti merupakan teknik analisis yang sederhana, efisien, dan ekonomis untuk deteksi kualitatif Rhodamin B pada produk pangan tradisional.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Risiko Infeksi Hantavirus melalui Program Edukasi Kesehatan: Pengabdian Muhamad Iqbal Rhamadianto; Wanda Abrar; Nusaibah Mar’atush Shalihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7878

Abstract

Infeksi Hantavirus merupakan penyakit zoonosis berbahaya yang ditularkan melalui ekskreta rodensia dengan potensi risiko tinggi di lingkungan berdensitas padat seperti lembaga pemasyarakatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai risiko infeksi Hantavirus melalui program edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Wonosari dengan melibatkan 45 orang peserta yang terdiri atas warga binaan dan petugas lapas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif berbasis media visual serta evaluasi pemahaman menggunakan metode recall (tanya jawab lisan terstruktur). Hasil evaluasi menunjukkan rerata tingkat capaian pemahaman peserta sebesar 88,1%, yang mencakup pengenalan reservoir tikus, pemahaman mekanisme penularan via jalur inhalasi debu terkontaminasi, serta penguasaan langkah-langkah sanitasi lingkungan dan pencegahan primer. Hasil kegiatan ini mengonfirmasi bahwa intervensi edukasi kesehatan efektif sebagai strategi preventif non-farmakologis untuk membangun kesadaran kolektif dan membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menekan risiko penularan penyakit zoonosis di lingkungan khusus.