Bangkitan perjalanan merupakan indikator penting dalam perencanaan transportasi karena menggambarkan kebutuhan mobilitas masyarakat berdasarkan karakteristik sosial ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi bangkitan perjalanan masyarakat di Kelurahan Pangli, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda terhadap 90 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari populasi 834 kepala keluarga. Rancangan awal penelitian melibatkan lima variabel bebas, yaitu kepemilikan kendaraan (X₁), jumlah anggota keluarga (X₂), jumlah anggota keluarga yang bekerja (X₃), jumlah anggota keluarga yang bersekolah (X₄), dan pendapatan rumah tangga (X₅), dengan bangkitan perjalanan sebagai variabel terikat. Sebelum analisis regresi dilakukan, data diuji menggunakan uji asumsi klasik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel jumlah anggota keluarga yang bekerja dan jumlah anggota keluarga yang bersekolah mengalami gejala multikolinearitas sehingga dieliminasi dari model. Analisis regresi akhir menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga dan pendapatan rumah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap bangkitan perjalanan, sedangkan kepemilikan kendaraan tidak berpengaruh signifikan. Model memiliki koefisien determinasi (R²) sebesar 0,563, yang menunjukkan bahwa 56,3% variasi bangkitan perjalanan dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 43,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian memberikan masukan bagi perencanaan transportasi berbasis karakteristik masyarakat di wilayah pedesaan.