Wulan Utami Susman
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Bimbingan Konseling dalam Pengambilan Keputusan Karier Siswa Sekolah Menengah Atas Wulan Utami Susman; Samuel Pratama; Hartanti Widyawati Wibowo
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 4: Journal of Modern Social and Humanities, July 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i4.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan gaya hidup generasi muda di era globalisasi digital. Perkembangan media sosial, e-commerce, komunitas virtual, layanan digital, dan budaya populer telah mengubah cara generasi muda berkomunikasi, mengonsumsi informasi, membangun identitas, menjaga kesehatan, serta memaknai nilai sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review terhadap dua puluh sumber ilmiah yang relevan dan memiliki metadata lengkap. Data dianalisis melalui dokumentasi literatur, pengodean tematik, kategorisasi, dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup generasi muda berlangsung dalam lima dimensi utama, yaitu dimensi ekonomi-konsumsi, sosial-relasional, kesehatan-psikologis, budaya-identitas, dan moral-nilai. Pada dimensi konsumsi, digitalisasi mendorong kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan perilaku konsumtif. Pada dimensi sosial, media sosial memperluas jaringan komunikasi, tetapi juga memunculkan relasi performatif dan FOMO. Pada dimensi kesehatan, gaya hidup digital berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik, tekanan psikologis, serta kebutuhan penguatan digital well-being. Pada dimensi budaya dan moral, globalisasi digital menciptakan peluang ekspresi kreatif, tetapi juga berpotensi melemahkan nilai lokal dan mendorong individualisme. Penelitian ini menegaskan bahwa perubahan gaya hidup generasi muda tidak dapat dipahami secara tunggal sebagai kemajuan atau kemunduran, melainkan sebagai proses adaptasi sosial yang kompleks. Implikasinya, diperlukan literasi digital, literasi kesehatan, literasi budaya, dan literasi konsumsi agar generasi muda mampu hidup secara kritis, sehat, produktif, etis, adaptif, dan bermakna di tengah arus globalisasi digital yang terus berubah dalam kehidupan sehari-hari dan ruang sosialnya.