Ahmed Shoim El Amin
Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP MEDIASI DALAM HUKUM ISLAM Ahmed Shoim El Amin
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 2, No 2 (2013): Kajian KeIslaman
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v2i2.32

Abstract

Hukum Islam sebagai salah satu sistem hukum yang juga berlaku di Indonesia mempunyai kedudukan dan arti yang sangat penting dalam rangka pelaksanaan pembangunan manusia seutuhnya. Islam telah mengatur dalam segala hal, termasuk bermu’amalah. Tetapi sesuatu yang diatur Islam itu tidak berarti, sama sekali tidak akan menimbulkan kasus, pesatnya perkembangan ekonomi syari’ah di Indonesia misalnya.Ekonomi syariah di Indonesia juga dibarengi oleh maraknya kasus sengketa ekonomi syariah di dalamnya, penyelesaian sengketa bisnis syariah tentunya harus dengan cara yang syar’i. Mediator merupakan salah satu solusi untuk memecahkan dengan jalan menjadi penengah yang adil. Keadilan merupakan salah satu kebutuhan dalam hidup manusia yang umumnya diakui di semua tempat di dunia ini. Apabila keadilan kemudian dikukuhkan kedalam sebuah institusi yang bernama hukum, maka hukum itu harus mampu menjadi saluran agar keadilan itu dapat diselenggarakan secara seksama di tengah masyarakat. Mediasi dalam Islam biasa disebut dengan tahkîm yang merupakan salahsatu bentuk perdamaian melalui musyawarah yang di tengahi oleh seorang hakam. Hal ini membuktikan kesesuain hukum Islam dengan kebutuhan hukum manusia modern. Sebagai lembaga non formal tahkîm akan tetap eksis apabila masyarakat masih menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan yang diwujudkan dalam kesadaran hukum untuk menjamin keadilan. Untuk menjamin eksistensinya itulah dibutuhkan regulasi yang jelas tentang tahkîm sebagai lembaga mediasi dalam sistem hukum berbangsa dan bernegara.
MORAL EDUCATION VALUES IN IMAM AL-GHAZALI'S MINHAJUL MUTA'ALLIM: Its Relevance for Contemporary Islamic Character Education Muhamad Rifqi Maulana; Ahmed Shoim El Amin
MUJADDID: Journal Islamic Study and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2026): April: MUJADDID: Journal Islamic Study and Philosophy
Publisher : PT. Cadas Insan Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The moral crisis among students in the contemporary era has become a significant challenge for educational institutions worldwide. Islamic education emphasizes moral development as an essential component of human perfection, and Imam Al-Ghazali remains one of the most influential scholars in this field. This study aims to analyze the moral education values contained in Minhajul Muta'allim and examine their relevance to contemporary Islamic character education. This research employs a qualitative library research approach using content analysis. Primary data were obtained from Imam Al-Ghazali's Minhajul Muta'allim, while secondary data were collected from books, scholarly journals, and related studies on Islamic moral education. The findings reveal that Al-Ghazali's moral education framework emphasizes sincerity in seeking knowledge, respect for teachers, self-discipline, humility, patience, spiritual purification, and social responsibility. The study further demonstrates that moral formation is achieved through habituation, self-control, and continuous ethical training. These values remain highly relevant in addressing modern educational challenges, including moral degradation, individualism, and the excessive orientation toward material success. The study concludes that Al-Ghazali's educational philosophy provides a holistic framework that integrates intellectual development, spiritual awareness, and ethical responsibility, making it applicable to contemporary Islamic educational institutions.