Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HERMENEUTIKA DIGITAL AL-QUR’AN DAN BUDAYA LOKAL DI INDONESIA: MENUJU MODEL REKONSILIASI ANTARA PEMURNIAN DAN PELESTARIAN Muslikhun; Ibnu Khaldun
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i1.27149

Abstract

Penelitian ini mengkaji interaksi kompleks antara Al-Quran dan budaya lokal Indonesia di era digital, ditandai dengan tekanan antara pembangkitan agama dan budaya pelestarian. Melalui studi perpustakaan kualitatif, data diperoleh dari literatur akademis, dokumentasi digital, dan pemimpin-pemimpin terkemuka (Tibi, Arkoun, Abu Zayd, Sodiqin, Zuhri) yang dianalisis dengan menggunakan kritik sejarah, analisis wacana, dan sintesis konseptual dalam kerangka hermeneutika Gadamer. Tema penelitian ini mengungkapkan tiga mekanisme interaksi digital: (1) Konten edukasi-kreatif (misalnya, tarian Saman yang disintas dengan QS. Al-Hujurat:10); (2) Pembahasan partisipatoris yang melegitimasi tradisi melalui prinsip-prinsip usul fiqih (#FikihNusantara); (3) Revitalisasi simbol imersif (filter AR yang menghibur kaligrafi Al-Quran dengan motif etnis). Dialektika antara pemurnian dan pelestarian menunjukkan polarisasi yang tercermin melalui algoritma ruang gema (#AntiBidah), tetapi juga memungkinkan integrasi melalui substantif pemurnian (membedakan doktrin qath'i dari urf) dan interpretasi ulang budaya (contohnya, gotong royong sebagai ukhuwah). Studi ini menegaskan peran teknologi ganda: memperdalam konflik dan memungkinkan rekonstruksi identitas inklusif.