Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Manajemen Penerimaan Santri Baru di Pesantren Murottal Depok Su'ud Su'ud; Miftahul Huda; Acep Muwahid Muhammadi; Ikbar Fauzi; Neneng Hasanah; Ely Haryanti; Devi Fatwanti
Sewagati Vol 9 No 4 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i4.4676

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengelolaan manajemen penerimaan santri baru di Pesantren Murottal Depok. Metode pengabdian yang difokuskan pada pembuatan dan pelaksanaan program pelatihan yang ekstensif bagi panitia penerimaan santri baru dan staff manajemen pesantren. Strategi ini terdiri dari evaluasi awal untuk menentukan kebutuhan pesantren, perancangan program pelatihan yang sesuai dengan lingkungan setempat, serta pelaksanaan dan pengawasan yang berkelanjutan selama dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pengelolaan manajemen penerimaan santri baru efektif dalam meningkatkan manajemen pesantren dalam penerimaan santri baru. Dengan adanya monitoring berkelanjutan selama dua bulan menunjukkan adanya peningkatan dalam perencanaan manajemen penerimaan santri baru, promosi dan sosialisasi pesantren, seperti pembuatan brosur, spanduk, video profil pesantren, alur dan prosedur pendaftaran pesantren, tes calon peserta santri baru, daftar ulang, media promosi yang efektif baik online maupun offline, membangun relasi sekolah dan tokoh lokal, program referral dan beasiswa, evaluasi dan analisis, branding dan mapping data santri, dan grafik tren penerimaan santri. Penelitian ini berkontribusi pada literatur mengenai manajemen penerimaan santri baru serta memiliki implikasi di dunia nyata bagi pengembangan kebijakan dan strategi penerimaan santri baru yang berkelanjutan. Dengan demikian diharapkan dengan adanya pengabdian ini dapat menjadi kunci sukses dalam optimalisasi kuota dalam penerimaan santri baru di Pesantren Murottal Depok.
Reinterpreting Musyāhadah and Tajallī in Surah Ar-Rūm (Verses 8, 21, and 22): Abdullah Saeed’s Contextual Approach for Multicultural Islamic Education Iwan Kurniawan. ZP; Zahro Rokhmawati; Devi Fatwanti; Renny Dwi Arumsari; Zaenal Abidin; Mohammad Affan
ZAD Al-Mufassirin Vol. 8 No. 1 (2026): ZAD Al-Mufassirin June 2026 [In Progress]
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v8i1.384

Abstract

This study analyzes the concepts of musyāhadah (inner witnessing) and tajallī (Divine manifestation) in Surah Ar-Rūm (30): 8, 21, and 22, and critically examines their contextualization within multicultural Islamic education. Employing a qualitative library research design, this study operationally applies Abdullah Saeed’s contextualist approach to bridge the text’s historical meaning with contemporary social challenges. The findings reveal that cosmic reflection (v. 8), relational tranquility (v. 21), and linguistic-racial diversity (v. 22) are not merely passive objects of theological contemplation, but active empirical loci where the Divine manifests (tajallī) and is spiritually internalised (musyāhadah). The discussion demonstrates that these concepts provide a radical epistemological shift from conventional, cognitive-moralistic models of character education toward a transformative paradigm that embraces pluralism as a living curriculum. The novelty of this study lies in its explicit contextualization of Sufi metaphysics to counter modern religious exclusivism, transforming the pinnacle of Sufi spiritual realization from isolated asceticism into an active social engagement. The implications suggest that integrating these concepts into contemporary Islamic education fosters a "compassionate pedagogy" that moves beyond passive tolerance toward transformative inclusivity.