p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sewagati
Rizky Tirta Adhiguna
Program Studi S1 Teknik Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Kelompok Peternak Lebah Budidaya Kepayang Lestari Dalam Menghasilkan Produk Madu Berdaya Saing Rizky Tirta Adhiguna; Anggriawan Naidilah Tetra Pratama; Syifa’ Robbani
Sewagati Vol 9 No 5 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i5.9045

Abstract

Potensi alam yang melimpah mendorong Kelompok Peternak Lebah Budidaya Kepayang Lestari di desa Kepayang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bergerak di bidang usaha budidaya madu. Peternak madu menghadapi berbagai kendala, diantaranya kualitas madu yang dihasilkan tidak konsisten akibat kurangnya pengetahuan dalam pengolahan pascapanen, memiliki kadar air tinggi, serta belum ada pengemasan yang layak. Lebih lanjut kelompok belum memiliki nomor izin berusaha (NIB) dan produk belum memiliki sertifikasi halal yang dipasarkan secara curah dan bernilai ekonomis rendah. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode sosialisasi dan pendampingan. Hasil kegiatan dalam bentuk sosialisasi kepada anggota kelompok melalui diskusi kelompok terarah kemudian identifikasi kebutuhan dan pemetaan permasalahan meliputi aspek produksi, manajemen dan sertifikasi produk. Pendampingan produksi dilakukan terhadap penggunaan alat evaporator untuk menurunkan kadar air madu hingga maksimal 22% dan proses pengemasan yang layak dan higienis dengan variasi kemasan 280 mg, 210 mg dan 200 mg menggunakan botol kaca dan dilengkapi label. Pendampingan juga dilakukan terhadap pengurusan NIB dan sertifikasi halal yang berhasil dilaksanakan dengan Nomor Induk Berusaha 1003250094462 dan Sertifikat Halal dengan nomor ID 16410024135250725. Kegiatan memberikan keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok dalam pengelolaan usaha dan menghasilkan produk yang bermutu dan higienis dengan peningkatan permintaan produk madu sebesar 45%.
Pendampingan Kelompok Konservasi Tanaman Bidara Desa Pulau Semambu Dalam Menghasilkan Produk Herbal Rizky Tirta Adhiguna; Inayati Mandayuni; Catur Yogi Prasetyo; Nur Hidayat; Salma Ishmah; Intan Klesya; Malini Ananda; Muhamad Azriel Hardiansyah; Lara Cinta
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9099

Abstract

Potensi desa Pulau Semambu memiliki lahan yang sesuai untuk aktivitas budidaya berbagai tanaman termasuk tanaman obat yang secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat termasuk tanaman bidara. Berbagai masalah yang dihadapi masyarakat desa diantaranya, rendahnya ilmu dan pengetahuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan tanaman bidara untuk menjadi produk herbal baik dalam kemasan maupun produk seduh yang dapat dikomersialkan, kemudian belum ada kelompok masyarakat yang secara khusus dalam melakukan konservasi dan pengelolaan budidaya tanaman bidara. Berdasarkan potensi dan berbagai masalah yang ada, Unit Kegiatan Kemahasiswaan Seni Budaya Islam (UKM SBI) yang merupakan organiasasi kemahasiswaan tingkat Universitas Sriwjaya melaksanakan kegiatan konservasi tanaman bidara. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi dan pendampingan. Hasil kegiatan sosialisasi dilakukan oleh UKM SBI bersama dosen pembimbing yang dilakukan di Gedung Gapoktan desa Pulau Semambu yang bekerjasama dan disediakan oleh stakeholder divisi HSSE Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Palembang. Kegiatan sosialisasi berguna bagi pengetahuan warga terhadap manfaat dan khasiat dari daun bidara. Program pembibitan tanaman bidara dilakukan di rumah tanaman. Pendampingan meliputi aspek produksi dan pengemasan produk. Melalui kolaborasi multipihak, kegiatan ini berhasil membentuk tim konservasi, menanam bibit bidara di 350 rumah, dan mendampingi produksi herbal (sabun, wedang, teh). Hal ini terbukti meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kemandirian warga secara berkelanjutan.