This Author published in this journals
All Journal Sewagati
Dwinka Syafira Eljatin
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Skrining Prostate-Specific Antigen sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Prostat di Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Tahun 2025 Rumman Karimah; Endah Indriastuti; Dwinka Syafira Eljatin; Fira Soraya; Fatimah Nur Fitriani; Muhammad Nazhif Haykal; Rizka Nurul Hidayah; Desiana Widityaning Sari; Rahmah Yasinta Rangkuti; Lely Nurhayati; Zain Budi Syulthoni; Sonny Fadli
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9145

Abstract

Kanker prostat merupakan salah satu kanker penyebab utama mortalitas pada pria, dan deteksi dini melalui pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) berperan penting dalam mencegah keterlambatan diagnosis. Program skrining ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan akses deteksi dini pada kelompok pria berisiko khususnya untuk civitas akademika ITS dan masyarakat sekitar. Kegiatan meliputi edukasi mengenai pengetahuan umum, faktor risiko, dan gejala kanker prostat, kemudian diikuti pemeriksaan PSA secara gratis. Hasil skrining menunjukkan bahwa 75% peserta memiliki kadar PSA normal (<4,0 μg/L), sementara 25% peserta memiliki kadar PSA tidak normal (4,0 μg/L). Nilai PSA tinggi memiliki beberapa kemungkinan, di antaranya prostatitis, benign prostatic hyperplasia, pasca-ejakulasi/ digital rectal examination yang dilakukan dalam 48-72 jam sebelum pemeriksaan, aktivitas fisik berat sebelum pemeriksaan, atau kanker prostat. Peserta dengan PSA normal direkomendasikan melakukan pemeriksaan ulang setiap 1–2 tahun, sedangkan peserta dengan PSA tinggi disarankan berkonsultasi ke dokter spesialis urologi untuk evaluasi lanjutan. Program ini menegaskan pentingnya skrining PSA berbasis komunitas sebagai strategi efektif untuk meningkatkan deteksi dini dan mempercepat penatalaksanaan pada kasus berisiko tinggi untuk dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga berhasil memperoleh penghargaan rekor MURI untuk skrining PSA dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 420 peserta.