Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Harmonis Learning Model That Integrates Multiculturalism Into Local History Education Deny Yudo Wahyudi; Daya Negri Wijaya; Andhika Yudha Pratama; Shela Dwi Utari
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v6i3.1591

Abstract

Purpose of the study: The development of a culturally responsive teaching model, commonly called the Aligned Learning Model, is based on the idea that students' cultural backgrounds are significant in their learning process. Multicultural awareness in history education is an important aspect of education that aims to foster understanding and appreciation of cultural diversity. Integrating multicultural values into history education is essential for raising students' awareness of cultural pluralism and fostering tolerance and social cohesion attitudes. Methodology: In this study, we used a qualitative approach, distributing questionnaires to history teachers to collect data. We analysed the data in three stages: data reduction, presentation, and conclusion drawing. Main Findings: The result of this study is a new learning model called Harmonis. The syntax of this model consists of five stages: learning instruction, concrete experience, reflection, communication, and evaluation. Based on the study's results, previous studies and findings in the field indicate that no specific model elaborates on local history and multicultural education in schools. This prompted the researchers to present an innovation, namely the Harmonis learning model. The Harmonis model can be applied in local history-based learning processes by exploring the surrounding environment and identifying multicultural values that can be taught to students. Novelty/Originality of this study: The Harmonis model bridges the needs of prospective professional teachers who want to teach multiculturalism contextually. The existence of this model is an innovation because several previous learning models have not been able to integrate local history and multiculturalism in a meaningful way.
Majapahit Excursion: Field School for History Students in Mojokerto City and Regency Deny Yudo Wahyudi; Slamet Sujud Purnawan Jati; Daya Negri Wijaya; Anisa Musyaroful Ikhrom; Labuda Shofiya Ananda
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 6 No. 4 (2025): August
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v6i4.1805

Abstract

Purpose of the study: This research aims to study the Majapahit Excursion as a field school model for history students to enhance academic competence and practical skills through the exploration of historical remains in Mojokerto, while also fostering imagination, learning motivation, and integration of local-national history. Methodology: This research uses a qualitative approach with a type of field study. The subjects of the study include students from Mojokerto. The research instruments consist of observation guidelines, interview guidelines, and documentation, while data collection techniques are conducted through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Main Findings: Research findings indicate that the Majapahit Excursion program is capable of enhancing students' understanding of the archaeological remains of Majapahit, developing skills in toponymy analysis and local historical interpretation, strengthening collaborative abilities in the field, as well as introducing the local wisdom of the Majapahit Kingdom and its relevance in modern life. Novelty/Originality of this study: The novelty of this research lies in the formulation of a field school model based on the Majapahit heritage in Mojokerto, which not only focuses on strengthening historical theory but also on integrating students' empirical experiences with local history learning. This model can serve as a strategic alternative in the development of site-based history curriculum in Indonesia.
Pembelajaran Bentang Budaya Nusantara dalam Karya Wastra Terintegrasi Web Learning Lokawastra untuk Pendalaman Elemen Bhinneka Tunggal Ika di MAN 2 Kota Malang A Rosyid Al Atok; Andhika Yudha Pratama; Deny Yudo Wahyudi; Dini Putri Ratna Meritasari
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.7263

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk menghadirkan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan teknologi digital agar pendidikan karakter dan multikultural dapat diwujudkan secara relevan bagi generasi masa kini. Kajian ini bertujuan untuk menciptakan suatu pembelajaran yang dapat menambahkan pemahaman siswa MAN 2 Kota Malang serta mendalami nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan pemanfaatan berupa keanekaragaman budaya Indonesia dalam bentuk karya wastra (kain tradisional) yang diintegrasikan ke dalam media digital berbasis Web-Learning Lokawastra. Lokawastra sebagai media pembelajaran merupakan inovasi yang mengintegrasikan budaya Jawa Timur melalui wastra (kain batik tradisional) dengan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual bagi siswa. Pengembangan web learning Lokawastra berangkat dari permaasalahan kebutuhan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran didalam kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MAN 2 Kota Malang. Pengembangan media ini menggunakan metodologi Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Desiminate, Implementation dan Evaluation.  Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan angket (kuisioner). Lokawastra menjadi lebih dari sekadar media digital, melainkan jembatan antara pengetahuan budaya, nilai-nilai keberagaman, dan teknologi pembelajaran di era digital. Hasil dari penelitian dilakukan dengan melakukan uji validasi kepada ahli media pembelajaran yang menghasilkan presentase 97,5% dengan keterangan valid dan hasil validasi materi pembelajaran menghasilkan presentasi 95%. Kemudian dalam pelaksanaan implementasi dan diseminasi dilakukan pretest dan posttest yang kemudian diuji keefektifannya dengan skor signifikan (sig) sebenar 0.004 yang menunjukkan bahwa web-learning Lokawastra efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran.