Kuliner tradisional nusantara menghadapi tantangan terancam punah di tengah arus modernisasi, hal ini diakibatkan oleh masuknya beragam kuliner dari negara lain serta pergeseran selera makanan generasi muda. Food influencer di media sosial seperti Instagram memiliki potensi sebagai agen pelestarian budaya yang efektif, dan dapat mempengaruhi preferensi audiens melalui konten visual yang menarik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis autentisitas kuliner tradisional yang dikomunikasikan melalui food influencer Bundadidi. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerangka teori the seven communication, konsep autentisitas, dan konsep pelestarian budaya melalui platform Instagram. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi konten pada akun Instagram @bunda_didi, wawancara mendalam dengan pemilik akun dan pengikutnya, serta dokumentasi. Sementara itu, data sekunder diperoleh dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ketujuh elemen komunikasi pada akun @bunda_didi sebagai berikut: 1) Credibility, melalui riset kunjungan ke daerah asal dan kejujuran membagikan resep, 2) Context, melalui pemahaman food influencer mengenai peran pelestarian, 3) Content, konsisten pada resep kuliner tradisional, dan memberikan tips praktis, 4) Clarity, penggunaan bahasa yang santai, sopan, dan teknik storytelling, serta instruksi yang jelas, 5) Continuity and Consistency, menjaga unggahan secara teratur dan visual yang seragam, 6) Channels, optimalisasi penggunaan instagram reels, dan 7) Capability of Audiens, penyesuaian kompleksitas resep dengan memberikan alternatif bahan pengganti dan tetap menjaga keaslian resep. Pendekatan komunikasi yang dilakukan Bundadidi, dengan penekanan pada konsep autentisitas keaslian pada rasa, bahan, dan teknik pengolahan, dengan memberikan kontribusi kepada: 1) diseminasi culture experience, mendorong praktik memasak resep tradisional, dan 2) penyebaran culture knowledge, pengetahuan dan sejarah, filosofi, serta teknik pengolahan kuliner tradisional.