Kamaluddin Kamaluddin
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syahada Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Peningkatan Pendapatan Keluarga Melalui Peternakan Kambing Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Aektinga Kabupaten Padang Lawas Mey Lana Tri Ariyanti; Kamaluddin Kamaluddin; Icol Dianto
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze strategies for increasing family income through goat farming in Aektinga Village, Padang Lawas Regency, and to identify the supporting and inhibiting factors affecting their implementation. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that strategies to increase family income are implemented through community empowerment by utilizing local resources, strengthening farmers’ capacities, establishing farmer groups, providing extension services and training, and enhancing government support. Supporting factors include the availability of natural resources, farmers’ experience, community participation, farmer group institutions, and government assistance. Meanwhile, the inhibiting factors include limited capital, inadequate managerial capacity of some farmers, livestock health problems, limited feed availability during certain seasons, and restricted market access. The findings are expected to provide useful recommendations for policymakers and local communities in developing more effective empowerment programs to improve family welfare through sustainable goat farming. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan pendapatan keluarga melalui peternakan kambing di Desa Aektinga, Kabupaten Padang Lawas, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan pendapatan keluarga dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal, penguatan kapasitas peternak, pembentukan kelompok peternak, penyuluhan, pelatihan, serta dukungan pemerintah. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sumber daya alam, pengalaman masyarakat dalam beternak, partisipasi masyarakat, keberadaan kelompok peternak, dan dukungan pemerintah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, rendahnya kapasitas sebagian peternak, gangguan kesehatan ternak, keterbatasan pakan pada musim tertentu, serta akses pemasaran yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan program pemberdayaan yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha peternakan kambing.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industri Gula Aren di Desa Bulumario Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Lili Khairani Ritonga; Kamaluddin Kamaluddin
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze community economic empowerment through the palm sugar home industry in Bulumario Village, Sipirok District, South Tapanuli Regency. This study employed a qualitative method using a Participatory Action Research (PAR) approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while the data were analyzed qualitatively by examining the empowerment process implemented within the community. The findings show that community empowerment was carried out through digital skills and digital marketing training, collaboration, equalization, and alternative training. The empowerment process consisted of problem mapping, counseling, mentoring, and evaluation. These activities resulted in several positive changes, including increased community knowledge and skills in utilizing digital technology, wider product promotion and market access, increased production, and higher income among some palm sugar producers. However, the empowerment process still faced several limitations, including limited internet access, differences in technological skills among community members, and the suboptimal implementation of digital marketing. The study demonstrates that the utilization of digital technology through a participatory empowerment process can serve as an alternative approach to developing local economic potential and strengthening community independence through the palm sugar home industry. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui home industri gula aren di Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dengan memperhatikan proses pemberdayaan yang berlangsung di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan keterampilan digital dan pemasaran digital, kolaborasi, penyamarataan, serta pelatihan alternatif. Proses pemberdayaan dilaksanakan melalui tahapan pemetaan masalah, penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan tersebut memberikan perubahan positif berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, meluasnya promosi dan akses pasar, meningkatnya produksi, serta adanya peningkatan pendapatan pada sebagian pengelola gula aren. Meskipun demikian, hasil pemberdayaan masih menghadapi keterbatasan berupa akses internet, kemampuan teknologi masyarakat, dan belum optimalnya penerapan pemasaran digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital melalui proses pemberdayaan partisipatif dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui home industri gula aren.