This study aims to analyze community empowerment strategies through the Lubuk Larangan Program in Pasar Lama Village, Batang Angkola District, South Tapanuli Regency. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that community empowerment was implemented through three main strategies: conservation education and awareness, strengthening local institutions, and participatory monitoring and supervision. The Lubuk Larangan Program has generated positive impacts on the economic, social, and environmental aspects of the community by increasing public participation, preserving fishery resources, and allocating the program's benefits to social welfare and environmental conservation. Although the program still faces challenges due to limited government support in terms of funding, facilities, and capacity-building programs, strong community participation and local wisdom have become the key factors sustaining its implementation. Therefore, the Lubuk Larangan Program can serve as an effective model of community empowerment based on local wisdom to support sustainable natural resource management. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat melalui Program Lubuk Larangan di Desa Pasar Lama, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui edukasi dan penyuluhan konservasi, penguatan kelembagaan lokal, serta monitoring dan pengawasan partisipatif. Program Lubuk Larangan memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, seperti meningkatnya partisipasi masyarakat, terpeliharanya kelestarian sumber daya perikanan, serta dimanfaatkannya hasil pengelolaan untuk kepentingan sosial masyarakat. Meskipun masih menghadapi keterbatasan dukungan pemerintah dalam bentuk pendanaan, sarana, dan pembinaan, tingginya partisipasi masyarakat serta kuatnya nilai-nilai kearifan lokal menjadi faktor utama yang mendukung keberlanjutan Program Lubuk Larangan. Oleh karena itu, Program Lubuk Larangan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.