Nina Carina
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Arsitektur, Perencanaan dan Real Estate, Universitas Tarumanagara, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN CROSS-PROGRAMMING SEBAGAI INTEGRASI FASILITAS PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DAN FASILITAS PUBLIK DI PASAR INDUK KRAMAT JATI Hildegardis Nadya Teresa; Nina Carina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37058

Abstract

The Kramat Jati Wholesale Market area is one of the largest food distribution hubs in DKI Jakarta, generating significant amounts of organic waste on a daily basis. Irregular waste collection flows and the absence of on-site waste processing facilities have resulted in suboptimal waste management, leading to ecological pressure and potential health risks. Beyond waste-related issues, the market area also faces socio-spatial challenges associated with public facilities that have developed organically in response to user demands but are not adequately supported by spatial quality, strategic placement, and proper management, thereby creating potential conflicts with the market’s primary activities. This study aims to formulate an architectural design for an organic waste processing facility integrated with public facilities through a cross-programming approach as the main mechanism for combining technical and social functions within a single spatial system. The approach is positioned within a regenerative architecture framework to establish mutually supportive relationships between market activities, waste processing systems, and community life. The research employs a qualitative-descriptive method through field observations, activity mapping, stakeholder interviews, and a literature review related to waste management and spatial program integration. The design outcomes indicate that the application of cross-programming enables the controlled integration of organic waste processing facilities with public spaces such as environmental education areas, rest spaces, and social interaction zones. This integration not only improves the efficiency of waste processing flows but also enhances spatial quality and community engagement within the market area. The findings affirm that cross-programming represents a relevant design strategy for developing market areas as integrated spatial systems with ecological, social, and economic value in a sustainable manner. Keywords: cross-programming; organic waste processing; public facilities; traditional market Abstrak Kawasan Pasar Induk Kramat Jati merupakan salah satu pusat distribusi pangan terbesar di DKI Jakarta yang menghasilkan timbulan limbah organik dalam jumlah signifikan setiap harinya. Ketidakteraturan alur pengumpulan serta ketiadaan fasilitas pengolahan limbah di dalam kawasan menyebabkan sebagian besar limbah tidak tertangani secara optimal, sehingga menimbulkan tekanan ekologis dan risiko kesehatan. Selain persoalan limbah, kawasan Pasar Induk Kramat Jati juga menghadapi permasalahan sosial-spasial terkait fasilitas publik yang berkembang secara organik mengikuti kebutuhan pengguna, namun belum didukung oleh kualitas ruang, penempatan, dan pengelolaan yang memadai sehingga berpotensi menimbulkan konflik dengan aktivitas utama pasar. Penelitian ini bertujuan merumuskan perancangan fasilitas pengolahan limbah organik yang terintegrasi dengan fasilitas publik melalui pendekatan cross-programming sebagai mekanisme utama penggabungan fungsi teknis dan sosial dalam satu sistem ruang. Pendekatan ini diposisikan dalam kerangka arsitektur regeneratif untuk menghasilkan hubungan yang saling mendukung antara aktivitas pasar, sistem pengolahan limbah, dan kehidupan komunitas. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui observasi lapangan, pemetaan aktivitas, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta kajian literatur terkait pengelolaan limbah dan integrasi program ruang. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan cross-programming memungkinkan integrasi fasilitas pengolahan limbah organik dengan ruang publik seperti area edukasi lingkungan, ruang istirahat, dan zona interaksi sosial secara terkontrol. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi alur pengolahan limbah, tetapi juga memperbaiki kualitas ruang dan keterlibatan komunitas pasar. Temuan penelitian menegaskan bahwa pendekatan cross-programming berpotensi menjadi strategi perancangan yang relevan dalam mengembangkan kawasan pasar sebagai sistem ruang yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
FASILITAS PENGEMBANGAN BAHAN BAKAR HAYATI DAN EDU-REKREASI DI KAWASAN PPS NIZAM ZACHMAN JAKARTA UTARA Patricia Clariesta; Nina Carina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37059

Abstract

Abstract The Samudera Nizam Zachman Oceanic Fishing Port (PPS) in Muara Baru, North Jakarta, is one of the largest fishing ports in Indonesia, supporting marine industrial activities on a national scale. The high intensity of fish landing, auctioning, and seafood processing activities, combined with organic waste generated from dense residential areas and surrounding supporting activities, produces large volumes of fish residues and food waste that remain inadequately managed. This condition has led to the degradation of coastal environmental quality and reflects a low level of public awareness regarding the importance of organic waste management as a reusable resource. This study aims to design a facility that integrates industrial functions for organic waste processing with edu-recreational functions, combining educational and recreational activities that allow the public to understand and directly observe waste processing processes, as well as commercial functions to support the local economy. The research adopts a qualitative–descriptive method, including a literature review, field observations to map industrial activities and sources of organic waste from both the port area and surrounding residential settlements, spatial analysis to identify relationships between industrial and public zones, and comparative studies of relevant industrial–public facilities. The design process is conducted through stages of analysis, synthesis, and transformation using Bernard Tschumi’s transprogramming approach, which enables interactions between production spaces and public spaces. The design outcomes indicate that the proposed facility has the potential to serve as a model for organic waste processing and bioenergy production that is adaptive to the socio-ecological context of fishing areas, while also functioning as a medium for environmental education and coastal regeneration. Keywords:  Biofuel; fishing port; organic waste processing; regenerative architecture; transprogramming Abstrak Kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman di Muara Baru, Jakarta Utara, merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia yang menopang aktivitas industri laut berskala nasional. Tingginya intensitas kegiatan pendaratan, pelelangan, dan pengolahan hasil laut, ditambah limbah organik dari permukiman padat dan aktivitas pendukung di sekitarnya, menghasilkan volume sisa ikan dan sampah makanan dalam jumlah besar yang belum tertangani secara optimal. Kondisi ini memicu penurunan kualitas lingkungan pesisir dan memperlihatkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas yang mengintegrasikan fungsi industri pengolahan limbah organik dengan fungsi edu-rekreasi, yaitu gabungan fungsi edukatif dan rekreatif yang memungkinkan masyarakat memahami dan melihat langsung proses pengolahan limbah, serta fungsi komersial untuk mendukung ekonomi lokal. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif – deskriptif, meliputi studi literatur, observasi lapangan untuk memetakan aktivitas industri dan sumber limbah organik dari kawasan pelabuhan dan permukiman, analisis spasial untuk mengidentifikasi hubungan antara zona industri dan publik, serta studi komparatif terhadap fasilitas industri-publik yang relevan. Tahap perancangan dilakukan melalui proses analisis, sintesis, dan transformasi menggunakan pendekatan transprogramming Bernard Tschumi yang memungkinkan terciptanya interaksi antara ruang produksi dan ruang publik. Hasil perancangan menunjukkan bahwa fasilitas ini berpotensi menjadi model pengolahan limbah organik dan produksi energi hayati yang adaptif terhadap konteks sosial-ekologis kawasan perikanan, sekaligus berperan sebagai medium edukasi dan regenerasi lingkungan pesisir.