Denny Husin
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Arsitektur, Perencanaan dan Real Estate, Universitas Tarumanagara, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BIO-KINETIK DALAM RANCANGAN BANGUNAN OLAHRAGA MENUJU SURPLUS ENERGI DI CILANDAK, JAKARTA SELATAN Raja Isa Asshidiq; Denny Husin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37068

Abstract

The increasing demand for sports facilities in South Jakarta highlights the urgency of designing sports buildings that not only fulfill basic functional requirements but also respond holistically to environmental sustainability issues. Existing conditions indicate that many sports facilities still adopt enclosed designs with a high dependence on air-conditioning systems and artificial lighting, leading to excessive and inefficient energy consumption. Addressing this challenge, this study develops a sports center concept based on bio-kinetic technology as an innovative approach to achieving a net-surplus energy building, namely a building capable of generating more energy than it consumes during operation. The research employs a qualitative design-based approach through stages of microclimatic site analysis, precedent studies of sustainable sports facilities, mapping of user activities to calculate the potential for energy conversion from human movement, and simulations of integrated energy systems combining various renewable energy sources. The theoretical foundation encompasses principles of regenerative architecture, the concept of net-surplus buildings, and bio-kinetic energy harvesting technologies that utilize biomechanical activity as an alternative energy source. The results indicate that integrating bio-kinetic systems, optimally sized solar panels, and strategies for natural ventilation and daylighting can reduce conventional energy consumption by up to 35 percent. Excess energy generated can be allocated for public space lighting, electric vehicle charging stations, and other secondary utility needs. The proposed sports center design is contextual to Jakarta’s tropical climate and supports long-term urban energy efficiency and sustainability. Keywords:  Architecture; Energy; Regenerative Abstrak Fenomena meningkatnya kebutuhan fasilitas olahraga di Jakarta Selatan menegaskan urgensi perancangan bangunan olahraga yang tidak hanya memenuhi fungsi dasar, tetapi juga mampu merespons isu keberlanjutan lingkungan secara holistik. Kondisi eksisting menunjukkan banyak fasilitas olahraga masih mengadopsi desain tertutup dengan ketergantungan tinggi pada sistem pendingin udara dan pencahayaan buatan, sehingga memicu konsumsi energi berlebihan dan tidak efisien. Menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan konsep sport center berbasis teknologi bio-kinetik sebagai pendekatan inovatif untuk mewujudkan bangunan berenergi net-surplus, yakni bangunan yang mampu menghasilkan energi lebih besar dibandingkan energi yang dikonsumsi selama operasional. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif-desain melalui tahapan analisis tapak mikro klimatis, studi preseden fasilitas olahraga berkelanjutan, pemetaan aktivitas pengguna untuk menghitung potensi konversi energi dari gerak manusia, serta simulasi sistem energi terintegrasi yang menggabungkan berbagai sumber energi terbarukan. Landasan teoritis mencakup prinsip arsitektur regeneratif, konsep bangunan net-surplus, dan teknologi energy harvesting berbasis bio-kinetik yang memanfaatkan aktivitas biomekanis sebagai sumber energi alternatif. Hasil penelitian menunjukkan integrasi sistem bio-kinetik, panel surya berkapasitas optimal, serta strategi ventilasi dan pencahayaan alami mampu menurunkan konsumsi energi konvensional hingga 35 persen. Kelebihan energi dialokasikan untuk penerangan ruang publik, stasiun pengisian kendaraan listrik, dan utilitas sekunder lainnya. Rancangan sport center kontekstual iklim tropis Jakarta dan mendukung efisiensi energi berkelanjutan.
REGENERATIF GAME HUB DENGAN KONSEP DIGITAL LANSKAP ARSITEKTUR DI JAKARTA SELATAN Daniel Clemens; Denny Husin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37069

Abstract

The rapid growth of the Indonesian gaming industry shows significant potential in the global and regional gaming markets. Despite this growth, the issue of limited game development facilities remains significant, particularly in Jakarta. The lack of spaces for collaboration, research, incubation, and public facilities has led to the stagnation. This might harm the sustainability of the community, decreasing the competitiveness of local creators and increasing dependence on foreign ecosystems. The purpose is to develop game facilities from an architectural perspective through a regenerative approach and to shift the societal paradigm towards games. The methods used are qualitative and descriptive. The research steps include (1) redefining games as a medium that goes beyond play, (2) developing the concept of a digital architectural landscape as a hybrid space, and (3) regenerating game hubs as community platforms and innovation centers. The research prioritizes the creation of city-scale gaming facilities that emphasize regenerative values ​​and sustainability in local game development. Findings include the disparity in the number of facilities and users, the underestimated gaming paradigm, and the potential of objects as physical containers for virtual spaces using the concept of a digital architectural landscape. The novelty target of a gaming facility that can maintain the balance of the digital and physical worlds by integrating both elements to create an interactive space and an active community. Keywords: Architecture; Digital; Game; Local; Regenerative   Abstrak Fenomena pertumbuhan pesat industri game di Indonesia menunjukkan potensi besar dalam pasar game global dan regional. Dibalik pertumbuhan tersebut, isu keterbatasan fasilitas pengembangan game masih sangat nyata, khususnya di Jakarta. Minimnya ruang kolaborasi, riset, inkubasi, serta fasilitas publik yang mendukung proses kreatif menyebabkan perkembangan industri game lokal berjalan stagnan. Kondisi ini berpotensi memberi dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan komunitas pengembang game, menurunnya daya saing kreator lokal dan meningkatnya ketergantungan terhadap ekosistem luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan fasilitas pengembangan game dari perspektif ruang dan arsitektur melalui pendekatan regeneratif serta mengubah paradigma masyarakat terhadap game. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dan deskriptif. Langkah-langkah penelitian mencangkup (1) meredefinisi game melampaui permainan, (2) mengembangkan konsep lanskap arsitektur digital sebagai ruang hibrida, dan (3) meregenerasi game hub sebagai wadah komunitas dan pusat inovasi. Penelitian  mengedepankan terciptanya fasilitas game skala kota yang mengedepankan nilai regeneratif dan keberlanjutan dalam pengembangan game lokal. Temuan ketimpangan jumlah fasilitas dan pengguna, paradigma game yang dipandang sebelah mata, dan potensi objek sebagai wadah fisik ruang virtual yang menggunakan konsep lanskap arsitektur digital. Target kebaruan sebuah fasilitas game yang dapat menjaga keseimbangan dunia digital dan fisik dengan mengintegrasikan kedua elemen untuk menciptakan ruang interaktif dan komunitas yang aktif.