Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Melalui Terapi Tebak Gambar Dan Oper Bola Di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru Ni Ketut Widiantari; Mita Aulia; Priadi; Rapi’I; Siti Raihani; Subhannur Rahman; Muhammad Ansori
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.949

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir perkembangan kehidupan manusia yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu perubahan yang sering terjadi adalah penurunan fungsi kognitif yang dapat berdampak pada kemampuan berpikir, mengingat, berkonsentrasi, serta menjalani aktivitas sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi awal di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, ditemukan banyak lansia yang menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi kognitif. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai upaya meningkatkan fungsi kognitif lansia melalui terapi stimulasi kognitif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan fungsi kognitif lansia melalui terapi Tebak Gambar dan Oper Bola secara terstruktur dan sistematis. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan mengenai penurunan fungsi kognitif pada lansia, dilanjutkan dengan pelaksanaan terapi aktivitas kelompok yang melibatkan permainan Tebak Gambar dan Oper Bola berirama musik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025 dengan melibatkan lansia sebagai peserta aktif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mampu mengenali dan menyebutkan gambar dengan tepat, serta menunjukkan peningkatan daya ingat, konsentrasi, dan fokus. Selain itu, kegiatan Oper Bola membantu meningkatkan koordinasi motorik, kecepatan respon, suasana hati, serta interaksi sosial antar lansia. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap fungsi kognitif, emosional, dan sosial lansia.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI GRADE I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUK TIRAM BANJARMASIN Rahmadaniah Rahma; Subhannur Rahman; Muhammad Arief Wijaksono; Rifa'atul Mahmudah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.59077

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang berisiko menyebabkan komplikasi kardiovaskular. Di Kalimantan Selatan, prevalensi hipertensi mencapai 44,1%, tertinggi di Indonesia. Kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram Banjarmasin mencapai 11.815 kasus. Terapi non-farmakologis berbasis herbal, seperti rebusan daun sirsak (Annona muricata), berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan tekanan darah. Mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi grade I di wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel adalah penderita hipertensi grade I yang memenuhi kriteria inklusi (n=15) dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa rebusan daun sirsak sebanyak 250 ml, diberikan 3 kali seminggu selama 1 minggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital dan dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Terdapat penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik yang bermakna setelah pemberian rebusan daun sirsak pada responden hipertensi grade I. Rebusan daun sirsak berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah sehingga dapat digunakan sebagai terapi komplementer non-farmakologis bagi penderita hipertensi