Fatihah Bintang Indriasari
Fakultas Farmasi Unissula

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Faktor yang memengaruhi Tingkat Literasi Pengobatan Masyarakat Kota Semarang dengan pendekatan Teori Health Belief Model Indriyati Hadi Sulistyaningrum; Fatihah Bintang Indriasari; Erki Arfianto; Adinda Savariani; Arientya Darryl Kurniawati; Shinta Okta Naviska
JOURNAL OF PHARMACEUTICAL (JOP) Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Pharmaceutical (JOP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jop.v3i2.2002

Abstract

Background: Low medication literacy can increase the risk of medication errors that could potentially compromise safety. This study aims to analyze the influence of sociodemographic factors on medication literacy levels in the Semarang City community based on the Health Belief Model (HBM) theoretical approach. Methods:  This study used an observational, cross-sectional approach. A total of 385 respondents from the Semarang City community who met the inclusion criteria were selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a medication literacy questionnaire using the Health Belief Model (HBM) indicator approach, which met validity and reliability tests. Data analysis included univariate and bivariate analyses using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Results: The study showed that the majority of respondents had a high level of medication literacy. The Chi-Square analysis indicated a significant relationship between education level and medication literacy (p < 0.05). Meanwhile, age, gender, and occupation did not show a significant relationship with medication literacy levels (p > 0.05). Conclusion: The results showed that 55.3% of respondents had high medication literacy, 44.2% had low medication literacy, and 0.5% had very low medication literacy. The medication literacy level of the Semarang City community is considered good, with education level being a significant factor (P-value 0.000). Recommendation: The community is encouraged to improve their medication literacy through trusted sources and consultations with pharmacists. Pharmacy personnel play a role in HBM-based drug education. Further research is recommended to use a longitudinal design and include additional research variables
Eksplorasi Perilaku Mahasiswa Sarjana Farmasi UNWAHAS terhadap Bisnis Farmasi Berbasis COM-B Model Indriyati Hadi Sulistyaningrum; Yuha Khairunnisa; Alviana Nisa’ul Karimah; Vizalya Sabila Rahma; Ilma Akmala Qonita; Fatihah Bintang Indriasari
JOURNAL OF PHARMACEUTICAL (JOP) Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Pharmaceutical (JOP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jop.v4i1.2053

Abstract

Latar belakang : Perkembangan sektor farmasi memberikan peluang besar bagi mahasiswa farmasi untuk tidak hanya berkarier sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pelaku usaha di bidang farmasi. Di balik besarnya peluang dalam bidang bisnis farmasi, masih terdapat kesenjangan antara tingginya minat berwirausaha mahasiswa dengan realisasi perilaku bisnis yang nyata. Melalui pendekatan COM-B, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa terhadap bisnis farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku mahasiswa Sarjana Farmasi UNWAHAS menggunakan teori COM-B Model. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 151 mahasiswa Sarjana Farmasi UNWAHAS yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner secara daring dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji regresi linier berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel capability, opportunity, dan motivation berpengaruh positif signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap variabel behavior dengan nilai signifikansi <0,05 dan nilai koefisien regresi variabel capability 0,241, opportunity 0,165, dan motivation 0,310. Nilai R square sebesar 0,737 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan perilaku bisnis mahasiswa Sarjana Farmasi UNWAHAS sebesar 73,7% sedangkan sisanya 26,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah capability, opportunity, dan motivation berpengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan terhadap variabel behavior. Dimana variabel yang paling mendominasi berpengaruh terhadap behavior adalah variabel motivation