Penelitian ini bertujuan menganalisis tindak tutur ilokusi dalam lirik lagu Tahayya yang dirilis dalam rangka perhelatan Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka teori tindak tutur John R. Searle untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis ilokusi yang muncul dalam teks lagu. Data berupa transkripsi lirik lagu dianalisis melalui tahapan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual berdasarkan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik Tahayya didominasi oleh ilokusi direktif yang berfungsi sebagai mekanisme mobilisasi partisipatif audiens melalui strategi repetisi dan ajakan kolektif. Ilokusi asertif membangun fondasi ideologis yang menegaskan visi, legitimasi, dan identitas nasional, sementara ilokusi komisif menghadirkan komitmen simbolik terhadap realisasi “mimpi” kolektif. Ilokusi ekspresif memperkuat dimensi afektif melalui ekspresi kebanggaan, kegembiraan, dan keramahan budaya Arab. Tidak ditemukan ilokusi deklaratif dalam teks lagu. Secara kontekstual, temuan ini menunjukkan bahwa Tahayya tidak sekadar berfungsi sebagai teks hiburan atau seruan perayaan, melainkan sebagai instrumen pragmatik yang membangun narasi persatuan global, legitimasi nasional, dan diplomasi budaya. Melalui konfigurasi ilokusi yang terstruktur, lagu ini berperan sebagai perangkat mobilisasi simbolik yang mendukung konstruksi citra Qatar sebagai tuan rumah global dan aktor budaya di panggung internasional. Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi; Pragmatik; Tahayya; Diplomasi Budaya; Piala Dunia FIFA 2022